Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Makan Bergizi Gratis Berhenti Sementara, Siswa di Kota Bogor Kembali Bawa Bekal Masakan Mama

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 15 Mei 2025 | 20:00 WIB
Momen siswa SDN Kedung Jaya 1 Kota Bogor menyantap bekal dari rumah.
Momen siswa SDN Kedung Jaya 1 Kota Bogor menyantap bekal dari rumah.

RADAR BOGOR - Ribuan siswa di Kota Bogor sementara tidak lagi menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya yang sekolah yang dipasok oleh SPPG Bosowa Bina Insani.

Operasional SPPG Bosowa Bina Insani diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul insiden dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa. 

Salah satu sekolah yang terdampak peristiwa tersebut yakni SDN Kedung Jaya 1 Kota Bogor. Para siswa yang mengenyam pendidikan di sana, saat ini tidak lagi menerima manfaat program MBG.

Namun, ini tidak menghentikan semangat mereka untuk bisa mengkonsumi makanan yang sehat. Pihak sekolah mengeluarkan kebijakan kepada para siswanya agar membawa bekal dari rumah.

“Iya diberhentikan informasinya, jadi kami mengimbau kepada para siswa untuk membawa bekal makanan dari rumah,” jelas Kepala SDN Kedung Jaya 1 Rudi Hartono kepada Radar Bogor.

Rudi memandang kandungan gizi makanan yang diproduksi dari rumah tidak kalah baiknya. Apalagi menunya dimasak langsung oleh orang tua siswa.

Di sisi lain Rudi menerangkan bawa anjuran membawa bekal memang sudah sejak lama, bahkan sebelum realisasi MBG ke sekolahnya dan bernama Mamin atau Makan Minum sendiri.

“Waktu itu tujuannya untuk menjaga siswa agar tidak makan sembarangan dan supaya irit jajan saat di sekolah,” jelas Rudi Kamis (16/5/2025).

Realisasi MBG ke sekolahnya tetap Rudi harapkan, tetapi insiden yang baru-baru ini terjadi Rudi pun meminta harus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Walau bagaimanapun kami, pihak sekolah tetap mendukung program MBG tapi tolong yang kemarin dievaluasi. Kalau bisa semua sekolah segera mendapatkan manfaat ini,” ujarnya.

Kondisi ini berbeda dengan yang dilakukan oleh SDN Kukupu 3 Kota Bogor. Mereka mengimbau para siswanya untuk sarapan dari rumah sebelum berangkat ke sekolah.

“Iya di kami juga sudah berhenti, tapi kami mengimbau kepada para siswa untuk sarapan pagi dari rumah, supaya saat di sekolah perut mereka dalam keadaan terisi,” terang Guru Penggerak SDN Kukupu 3 Dadang Suhendar.

Dadang tidak menampik bawa ada sejumlah pertanyaan yang dilontarkan terkait penghentian MBG. Namun Dadang hanya bisa menjelaskan bahwa ini dalam tahap perbaikan. (rp1)

 

 

 

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #Makan Bergizi Gratis