Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Ditemukan Bakteri dalam Menu MBG, SPPG Tanah Sareal Sukadamai Bogor Evaluasi Total Seluruh Layanan

Reka Faturachman • Jumat, 16 Mei 2025 | 13:24 WIB
Pimpinan Yayasan Bina Insani dan SPPG Tanah Sareal Sukadamai saat menggelar konferensi pers.
Pimpinan Yayasan Bina Insani dan SPPG Tanah Sareal Sukadamai saat menggelar konferensi pers.

RADAR BOGOR - Yayasan Bina Insani melakukan evaluasi total penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Tanah Sereal Sukadamai.

Upaya ini menyusul hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang menunjukan ditemukan dua jenis bakteri, E Coli dan Salmonella pada sampel makanan telur dan tumis toge dari SPPG Tanah Sareal Sukadamai.

Ketua Yayasan Bina Insani, Asrul Hidayat mengatakan SPPG Tanah Sareal Sukadamai telah telah mengevaluasi rantai pasok bahan baku dan proses produksi.

Karena ia menyebut, pihaknya menemukan indikasi adanya masalah pada bahan baku yang diolah tim SPPG.

"Jadi tidak menutup kemungkinan, kami akan mengganti seluruh pemasok bahan makanan. Kami pastikan pemasok sudah terverifikasi dan memiliki sertifikasi keamanan pangan," ujar Asrul kepada Radar Bogor Jumat (16/5/2025).

Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap kualitas layanan, Asrul mengatakan, SPPG Tanah Sereal melakukan sejumlah perbaikan.

Pertama, mereka melakukan pembenahan menyeluruh di lokasi SPPG sesuai standarisasi Food Safety.

Bahkan mereka berkoordinasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membantu mendampingi proses ini.

"Kedua, kami akan melakukan training untuk memastikan Standar Operasional (SOP) berjalan dan memperkuat kompetensi para pekerja SPPG, sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi dan pelayanan," ujarnya.

Mereka juga memperketat pengawasan pada seluruh tahapan proses. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat hingga pengolahan limbah.

Terakhir, mereka juga melakukan kampanye edukasi kesehatan dengan menempatkan alat peraga di lokasi SPPG dan sekolah-sekolah penerima program MBG.

Asrul menuturkan, sebelum bekerja sama dengan BGN, selama dua tahun terakhir Yayasan Bina Insani telah mengelola kantin sehat dengan memberikan makanan bergizi kepada para siswa-siswinya dengan kapasitas 1.000 per hari.

"Hal inilah yang mendasari BGN merekomendasikan yayasan kami sebagai mitra SPPG dengan menaikkan porsinya tiga kali lipat yakni encapai 3.000 porsi per hari," ucap Asrul.

Hingga Mei 2025, SPPG Tanah Saeral ini sudah melayani sekira 200.000 porsi menu MBG yang didistribusikan kepada 13 sekolah penerima manfaat. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #SPPG #Tanah Sareal #Makan Bergizi Gratis