RADAR BOGOR - Universitas Ibn Khaldun atau UIKA Bogor menggelar festival musik religi, yang berlangasung pada Jumat (16/5/2025) di Aula Abdullah Sidiq.
Festival musik religi ini diikuti seluruh civitas akademik UIKA Bogor. Mulai dari tingkat fakuktas, rektorat, hingga sekolah pasca sarjana.
“Bentuknya grup. Jika ditotal secara keseluruhan ada 9 grup yang memeriahkan festival musik religi ini,” beber Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaaan UIKA Bogor Hambari.
Hambari menjelaskan festival musik religi sebagai langkah taktiksnya untuk memberikan perhatian khsusus kepada para pecinta seni di UIKA Bogor.
Sebab pada dasarnya, Hambari menjelaskan islam sendiri tidak fanatik dengan seni. Hanya saja ada beberapa batasan yang mesti dipatuhi. Mulai dari ritme musiknya hingga lirik lagu.
“Selagi itu semua tidak bertentangan dengan prinsip syariah itu diperbolehkan dan tidak dilarang,” tegas Hambari pada Radar Bogor.
Musik disebut Hambari bisa menjadi salah satu cara untuk berdakwah. Dan masyarakat bisa jauh lebih menerima pesan-pesan edukatif yang ada pada tiap lirik lagunya.
Sehingga dakwah tidak mesti monoton di atas mimbar saja. Umat islam mesti kreatif. Manusia disebut Hambari memiliki akal. Dan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Oleh karenanya, Hambari menerangkan walaupun digelar secara interna, festival musik religi UIKA Bogor ini diselenggarakan dengan persiapan yang matang. Salah satunya mengundang dewan juri yang berkompeten.
“Jadi biar adil. Dan ini nanti ada pemenangnya yang bakal diumumumlan pada tanggal 24 Mei bertepatan dengan kegiatan jalan sehat,” tuturnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin