RADAR BOGOR - Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menggelar Workshop Prakerja, dengan mengangkat tema teknik wawancara kerja.
Kegiatan UIKA Bogor tersebut merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya yang membahas teknik penulisan CV.
Ketua Panitia Workshop Prakerja UIKA, Rusdi Kasman, mengatakan kegiatan ini digelar untuk menjawab kebutuhan nyata para alumni dan calon alumni dalam menghadapi proses rekrutmen kerja.
“Setelah pelatihan CV, ternyata yang paling dibutuhkan selanjutnya adalah pelatihan wawancara. Itu kami ketahui dari survei yang kami sebar lewat Google Form,” ujar Rusdi pada Radar Bogor.
Menurutnya, banyak alumni UIKA yang memiliki kemampuan akademik dan pengalaman organisasi yang baik.
Namun, ketika sampai pada tahap wawancara kerja, banyak yang justru tidak siap.
“Mereka punya potensi besar, tapi belum dibekali teknik wawancara yang baik. Misalnya, cara menjawab pertanyaan seputar kelebihan dan kekurangan diri, atau bagaimana membangun personal branding saat wawancara,” terangnya, Sabtu (17/5/2025)
Rusdi menambahkan, budaya rendah hati yang kuat di masyarakat kadang justru membuat lulusan kesulitan mempromosikan dirinya saat wawancara kerja.
“Kadang mereka jawabnya terlalu merendah, padahal dunia kerja butuh gambaran jelas tentang kompetensi kita,” imbuhnya.
Workshop ini juga menyasar alumni yang ingin melakukan switch career.
Menurut Rusdi, dari evaluasi Workshop Prakerja sebelumnya, banyak peserta yang ingin berpindah bidang pekerjaan dari jurusan asalnya, seperti dari Pendidikan Agama Islam ke sektor Teknologi Informasi.
“Di bangku kuliah, materi seperti teknik wawancara memang tidak didapatkan. Karena itu, Career Center UIKA berinisiatif menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Untuk menghadirkan wawasan yang lebih praktis, panitia mendatangkan narasumber yang berpengalaman di berbagai perusahaan berskala nasional dan internasional, termasuk di sektor e-commerce dan FMCG.
“Beliau bukan hanya pewawancara, tapi juga orang yang memimpin tim rekrutmen. Jadi tahu betul apa yang dibutuhkan perusahaan dalam proses wawancara,” jelasnya.
Tingginya minat peserta membuat kuota yang disiapkan langsung terisi. Dari 200 kuota pendaftaran, sebanyak 180 orang mendaftar lebih awal dan sisanya datang secara on the spot.
“Setelah CV dan wawancara, mungkin ke depan kami angkat tema mentalitas kerja, public speaking, atau hal lain yang banyak dibutuhkan. Kami ingin kegiatan ini benar-benar relevan,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Alpin.