RADAR BOGOR - Mahpud, sosok pengatur lalu lintas tidak resmi (Pak Ogah) nyentrik di Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, tutup usia pada Sabtu (18/5/2025).
Mahpud wafat di rumahnya yang beralamat di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada usia 53 tahun.
Istri Mahpud, Ayati mengungkapkan, suaminya wafat karena menderita penyakit lambung kronis (Gerd).
"Penyakit ini memang sudah lama diderita almarhum. Beliau sempat dirawat inap selama delapan hari pada awal Mei 2025 kemarin. Kemudian menjalani rawat jalan di rumah beberapa minggu terakhir," tutur Ayati kepada Radar Bogor, Minggu (18/5/2025).
Meski menahan rasa sakit luar biasa, penyakit gerd tidak lantas membuat Mahpud berpasrah diri. Ia tetap bekerja mengatur jalan dengan senyum lebar dan gestur khasnya yang menyenangkan.
Sosok Mahpud telah dikenal banyak orang. Terutama masyarakat atau pengendara yang kerap melintas di Jalan Sancang. Perilakunya yang nyentrik dan energik menjadi alasannya.
Ketika bertugas, Mahpud selalu menebar senyum pada setiap pengendara yang melintas.
Ia juga kerap berjoget dengan lincah sembari mengayunkan-ayunkan tangannya saat mengatur arus lalu lintas. Kebiasaanya ini pun membuat sosok Mahpud viral di media sosial.
"Bapak emang pribadi yang humoris. Kesemua orang dia ramah dan senang melucu. Walaupun sakit dia tetap tersenyum dan tidak menunjukkan rasa sakitnya," ungkap Ayati.
Tingkah laku Mahpud itu pun memberi dampak positif bagi keluarga. Sejumlah orang acap memberinya rezeki lebih. Bahkan Mahpud pernah dihadiahi kulkas saat bertugas oleh seorang influencer.
Profesi sebagai 'Pak Ogah' sudah dijalani Mahpud selama puluhan tahun. Ia mulai terjun mengatur jalan di Kota Bogor sejak tahun 2000-an.
Beberapa persimpangan pernah ia tempati seperti Simpang Tugu Narkoba, Jambu Dua, Hotel Salak, hingga terakhir di Jalan Sancang.
"Almarhum mengatur jalan sejak pagi. Pukul 8.00 atau 9.00 hingga selepas Ashar. Alhamdulillah dari pekerjaan ini beliau bisa menafkahi keluarga dan menyekolahkan keempat anaknya sampai lulus semua. Walaupun dianya sendiri tidak lulus SD," tutur Ayati. (Fat)
Editor : Alpin.