RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor, akhirnya memberikan tempat alternatif pengganti Bogor Creative Center (BCC) yang dialihfungsikan menjadi tempat pelayanan Samsat Kota Bogor.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati memberikan sejumlah tempat dan lokasi yang bisa digunakan para pelaku Ekonomi Kreatif berkarya atau menyelenggarakan acara.
Tempat-tempat tersebut di antaranya Museum Pajajaran, Auditorium Perpustakaan Kota Bogor, Taman Ekspresi, Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (Munasain), Alun-Alun Kota Bogor, hingga Auditorium Dinas Pendidikan.
"Tempat-tempat ini bisa jadi pilihan sembari menunggu Kemuning Gading selesai direvitalisasi. Kami akan berkoordinasi dengan dinas atau lembaga terkait. Termasuk juga soal penggunaan taman yang kerap terhalang soal batas waktu, kami akan coba untuk ada penyesuaian," ujarnya kepada Radar Bogor seusai pertemuan antara Disparbud dengan komunitas Ekraf pada Selasa (20/5/2025).
Penyediaan tempat alternatif dibutuhkan karena peluang pemanfaatan BCC sebagai ruang publik kreatif kembali bagi para pelaku Ekraf di Kota Bogor sangat minim.
Iceu menyebut pengalihfungsian Gedung BCC menjadi tempat pelayanan Samsat merupakan kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang ingin mempercepat pelayanan pembayaran Pajak.
"Kami sudah sampaikan bahwa pelaku Ekraf butuh BCC untuk latihan, aktivasi kegiatan, dan menggelar event ke Disparbud Jabar.
Namun mereka beralasan jumlah kegiatan di BCC sangat sedikit yakni hanya 42 kegiatan sepanjang tahun 2025 ini, sedangkan di provinsi lain disebut sampai 200-400an sehingga keputusannya seperti itu," beber Iceu.
Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello menyayangkan keputusan Gubernur Dedi Mulyadi yang mengalihfungsikan BCC secara sepihak.
Dia juga menentang peryataan Dedi yang menyebutkan bahwa BCC kosong dan minim aktivitas.
Karena menurut dirinya komunitas yang memanfaatkan BCC sangatlah banyak dan mereka semua merasakan manfaat atas kehadiran gedung tersebut.
"Meski begitu, kami nyatakan kehilangan satu ruang tidak akan menghilangkan kreatifitas. Kami akan mencari ruang alternatif lain yang bisa diakses untuk bisa mewujudkan Bogor sebagai Kota Kreatif," tegasnya.
Menanggapi tawaran yang diberikan Iceu, Georgian mengatakan alternatif tersebut merupakan inisiasi yang baik sembari mereka menunggu rampungnya revitalisasi Gedung Kemuning Gading. (Fat)
Editor : Alpin.