RADAR BOGOR, Kota Bogor bakal kembali menjalani penilaian dalam ajang Kota Sehat pada tahun ini. Berbagai persiapan dilakukan untuk memaksimalkan hal tersebut.
Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana menerangkan penilaian yang akan dijalani dalam waktu dekat yakni penilaian di jenjang Provinsi Jawa Barat hingga akhir Mei 2025.
"Kami sudah melakukan berbagai kegiatan termasuk entri indikator-indikator Kota Sehat dan tatanan untuk dinilai Provinsi dan Pusat. Ada 136 indikator dalam 9 tatanan yang dinilai," terang Deni dalam Audiensi bersama Pemkot Bogor di Paseban Kian Santang, Kamis (22/5/2025).
Penilaian selanjutnya akan dilanjutkan di tingkat nasional oleh Pemerintah Pusat. Pada penilaian ini akan dilakukan verifikasi lapangan ke lokus-lokus yang ada dalam 9 tatanan.
Verifikasi ini akan mencocokan antara kondisi real di lapangan dengan dokumen yang telah disampaikan.
Deni optimis Kota Bogor bisa kembali meraih predikat Swasti Saba Wistara dalam penialain Kota Sehat tahun 2025 ini.
Karena hingga saat ini seluruh OPD sudah berkomitmen memenuhi indikator yang menjadi penilaian, termasuk komitmen 100 persen Open Defecation Free (ODF).
"Untuk mencapai predikat itu, Kota Bogor harus memenuhi capaian 91 persen dari penilaian 136 indikator," terang dia.
Predikat Swasti Saba Wistara sudah disandang Kota Bogor pada tahun 2019 lalu. Setelah berjuang naik dari predikat Padapa di tahun 2015 dan predikat Wiwerda di tahun 2017.
Namun pada kurun waktu 2021-2022 Kota bogor tidak bida mengikuti penilaian karena belum berstatus ODF 100 persen.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo menyatakan Pemkot Bogor akan mendukung penuh Forum Kota Sehat dalam penilaian ini.
"Ini tujuannya mulia dan memang masuk dalam visi misi Wali Kota Bogor. Kami akan mengakselerasi OPD supaya bisa berkontribusi dan bersinergi dalam penilaian ini," tegasnya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin