RADAR BOGOR - Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyebut Bogor Creative Center (BCC) sebagai gedung kosong dan tidak aktivitas berbanding terbalik dengan data peminjaman gedung tersebut.
Data penjadwalan peminjaman BCC justru menunjukan gedung tersebut sangat aktif digunakan dalam dua tahun terakhir. Setiap bulan terdapat 4-20 kegiatan yang berlangsung di gedung tersebut.
Di tahun 2023 terdapat 137 agenda yang dijadwalkan berlangsung di BCC. Jumlah ini meningkat di tahun 2024 hibgga mencapai 176 agenda kegiatan. Sehingga total terdapat 313 agenda kegiatan dalam kurun waktu 2023-2024.
Jumlah ini bahkan lebih tinggi ketimbang creative center di wilayah lain di Jawa Barat. Seperti di Purwakarta Creative Center selama tahun 2023-2024 agenda kegiatan yang digelar berjumlah 301 kegiatan. Sementara di Ruang Creative Ahmad Djuhara Cirebon hanya 190 agenda kegiatan.
Ketua REKA (Rembug Kreatif) Bogor Georgian Marcello menegaskan BCC memang bukanlah gedung kosong, tempat ini banyak dimanfaatkan pelaku Ekonomi kreatif untuk berkegiatan.
"Kalau ada statemen yang menyatakan itu gedung kosong salah. Di data peminjaman gedung juga menunjukan kegiatan di BCC cukup aktif," tegasnya kepada Radar Bogor, Rabu (21/5/2025).
Oleh karena itu menurutnya alasan alih fungsi BCC sebagai tempat pelayanan Samsat Bogor karena minim aktivitas sangat tidak berdasar. Bahkan jika dibandingkan dengan wilayah lain kegiatan di BCC tak kalah banyak.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan upaya komunikasi sudah dilakukan pihaknya dengan Disparbud Provinsi Jawa Barat, tetapi belum membuahkan hasil.
Iceu membeberkan dalam kesempatan itu Disparbud Provinsi Jawa Barat menyebut bahwa aktivitas kesenian dan Ekraf di BCC sangat minim. Hanya berkisar 42 agenda kegiatan saja. Berbanding terbalik dengan kegiatan di wilayah lain seperti di Cirebon yang mencapai 200-400an kegiatan dalam kurun waktu dua bulan.
“Atas pertimbangan itu keputusannya seperti itu. Ini juga merupakan kebijakan Gubernur yang ingin memanfaatkan asetnya untuk mempercepat pelayanan Samsat. Karena saat beliau meninjau ke Kota Bogor terjadi antrean panjang di Samsat,” beber Iceu dalam pertemuan Disparbud Kota Bogor bersama para pelaku Ekraf pada Selasa (20/5/2025).(Fat)
Editor : Eka Rahmawati