Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sekolah Rakyat di Kota Bogor Berpotensi Gagal, Siswa Miskin Esktrem Dialihkan ke Sentra Terpadu Intan Suweno

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 23 Mei 2025 | 13:39 WIB
Pihak Kemen PUPR saat melakukan peninjauan ke lokasi Sekolah Rakyat yang bakal dibangun di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Pihak Kemen PUPR saat melakukan peninjauan ke lokasi Sekolah Rakyat yang bakal dibangun di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Pembangunan sekolah rakyat di Kota Bogor berpotensi gagal. Dua lahan yang sebelumnya diusulkan, ditolak pemerintah pusat karena dinilai tidak sesuai dengan persyaratan.

Lahan untuk sekolah rakyat yang sempat diusulkan itu pertama lokasinya di Kertamaya. Namun bantaran tanah di sana terlalu kecil. Hanya ada 2,2 hektare. Sementara syaratnya minimal 5 hektare.

Kemudian lahan untuk sekolah rakyat yang diusulkan berikutnya terletak di Kelurahan Rancamaya, bekas terminal agribisnis. Tapi lagi-lagi inipun tidak menemukan titik terang.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bogor, Medi Sandora menjelaskan bahwa dari sisi keluasan lahan, Kelurahan Rancamaya sebetulnya sudah memenuhi syarat. Ada 10 hektare tanah kosong disana.

“Tapi kemiringan tanahnya 45 persen, menurut Kemen PU. Sementara syaratnya 10 persen, mungkin ini supaya memudahkan pada saat proses pembangunannya,” ujar Medi.

Meski begitu Medi mengklaim bahwa pihaknya hingga saat ini terus berupaya untuk mencari lahan yang cocok, agar sekolah rakyat dapat tetap berdiri di Kota Bogor.

Untuk sementara waktu, Medi menerangkan Kota Bogor sendiri diberi kesempatan supaya tetap bisa membantu para warganya, yang tergolong miskin agar tetap bisa sekolah.

Kesempatan itu disebut Medi diberikan oleh Kementrian Sosial, melalui penggunaan fasilitas Sentra Terpadu Intan Suweno yang terletak di Karadenan.

“Untuk siswa SMP, kami diberi kuota sebanyak 100 orang oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial. Itu fasilitas diluar Pemerintah Daerah (Pemda),” tutur Medi.

Syarat siswa yang bisa mendapatkan fasilitas tersebut ialah mereka yang tergolong masyarakat miskin desil 1 dan 2. Ini dihitung dari prolehan pendapatan ekonomi orang tuanya perbulan.

“Sudah didata (Siswanya) totalnya ada 148 orang, tinggal menunggu SK dari pa Wali. Baru nanti diberikan ke Kemensos, karena ada kurasi yang dilakukan,” beber Medi, Jumat (23/5/2025).

Medi memberikan garansi fasilitas yang diberikan oleh Intan Suweno sama percis dengan program Sekolah Rakyat. Di antaranya seragam gratis, makan gratis, dan juga mendapatkan asrama.

“Insya allah ini tiap tahun akan terus berlanjut. Cuma kuotanya tidak sama 100. Menyesuaikn dengan kondisi disana, semoga ini bisa membantu,” pungkasnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #rancamaya #Sekolah Rakyat