Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Belasan Remaja di Kota Bogor Rencanakan Keributan Lewat Live IG Berhasil Digagalkan Polsek Tanah Sareal

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 25 Mei 2025 | 21:15 WIB
Ilustrasi tawuran pelajar. Sebanyak 7 pelajar ditangkap Polsek Gunung Putri.
Ilustrasi tawuran pelajar. Sebanyak 7 pelajar ditangkap Polsek Gunung Putri.

RADAR BOGOR – Polsek Tanah Sareal, Polresta Bogor Kota, menggagalkan rencana perkelahian antargeng remaja di wilayah Cimanggis dan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (25/5/2025) dini hari.

Sebanyak 16 remaja ditangkap petugas Polsek Tanah Sareal, satu di antaranya terbukti membawa senjata tajam.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi mengungkapkan, aksi ini terbongkar setelah tim Reskrim menerima informasi mengenai adanya aktivitas mencurigakan yang tersebar lewat media sosial, khususnya Instagram Live.

Dalam tayangan tersebut, para remaja diduga saling menantang untuk bentrok.

“Total ada 16 remaja yang diamankan. Mereka berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, hingga Depok,” ujarnya dalam laporan resmi.

Dari 16 orang tersebut, 15 remaja diamankan di Kampung Pabuaran Cimanggis, Kelurahan Mekarwangi. Sedangkan satu remaja lainnya di Jalan KH. Muhidin, Kelurahan Kencana.

Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa rencana perkelahian melibatkan sejumlah geng, seperti Team 25 Boys, Team Kencana, dan gabungan geng GBP (Generasi Bujang Pabuaran) dengan Warbu Warbu.

Meski sebagian besar tidak membawa senjata tajam, satu orang yaitu Adzri Rizky Praditya Suryadi (21) kedapatan membawa sebilah pedang bergagang besi sepanjang 34 cm.

“Yang bersangkutan mengakui membawa senjata tajam. Saat ini sudah ditahan di Rutan Polsek Tanah Sareal untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Kompol Doddy.

Sementara itu, 15 remaja lainnya telah dipulangkan ke pihak keluarga setelah dilakukan pembinaan dan wawancara mendalam. Mereka diketahui masih berstatus pelajar dan pemuda usia produktif.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk live streaming serta dokumentasi kegiatan.

Kompol Doddy mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama di media sosial yang kini kerap dijadikan alat komunikasi untuk merencanakan aksi-aksi berbahaya.

“Kami akan terus melakukan patroli siber dan fisik demi mencegah aksi-aksi serupa. Keributan bukan budaya yang bisa ditoleransi,” tegasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Polsek Tanah Sareal #kenakalan remaja