Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Kasus Keracunan MBG, Wali Kota Bogor Ungkap Titik Rawan Produksi Makanan Bergizi Gratis

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 30 Mei 2025 | 15:39 WIB
Walikota Bogor, Dedie A Rachim malakukan sidak ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, Rabu (28/5/2025).
Walikota Bogor, Dedie A Rachim malakukan sidak ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor, Rabu (28/5/2025).

RADAR BOGOR – Kasus keracunan yang sempat menggegerkan warga Kota Bogor terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) membuat Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah tegas memperbaiki proses produksi dan distribusi.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengungkapkan titik-titik rawan MBG yang menjadi perhatian utama agar kejadian keracunan massal tidak terulang.

“Salah satu yang menjadi tantangan besar adalah kebersihan dan higienitas alat makan, terutama tray atau baki makanan yang digunakan dalam program MBG,” ujarnya saat meninjau SPPG Cimahpar, Rabu (28/5/2025).

Dedie menyebut ada empat lokasi produksi MBG di Kota Bogor.

Namun, satu di antaranya masih harus ditutup sementara akibat kasus keracunan yang terjadi.

"Salah satu lokasi yang masih aktif di Cimahpar ini terus diawasi ketat, terutama dari sisi bahan baku dan proses memasak,” lanjutnya.

Dalam pemantauan yang dilakukan, pihaknya menemukan proses pencucian tray menjadi titik paling rawan.

Tray yang berjumlah hingga 4.000 buah harus dicuci secara manual dari pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.

Sayangnya, pengawasan yang bersifat manual membuat ada celah di mana pegawai melakukan praktik kurang bersih.

“Ada pegawai yang hanya mengelap mesin cuci tanpa membersihkannya secara menyeluruh,” ungkap Dedie.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bogor memasang CCTV di area pencucian guna memastikan setiap tray dibersihkan sesuai standar.

“Proses pencucian sudah kami rekam dan tinjau ulang agar kebersihan tray benar-benar terjamin,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga ketat dalam memilih bahan baku. Telur misalnya, harus dipastikan masih dalam masa layak konsumsi.

Sayur-sayuran yang mudah basi juga mendapat perhatian khusus agar kualitasnya tetap terjaga.

Dedie Rachim menegaskan kasus keracunan ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemkot Bogor.

“Kami melakukan evaluasi menyeluruh agar program MBG bisa berjalan lancar dan aman bagi seluruh penerima manfaat,” pungkasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #keracunan massal #Dedie Rachim #Mbg