Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantu Wujudkan Swasembada Pangan, Kota Bogor Mulai Siapkan Regenerasi Petani

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 1 Juni 2025 | 16:13 WIB
Sekolah Tani PTI di Agro Cinema BBSDLP Kementan, Jl. Tentara Pelajar, Bogor Tengah, Minggu (1/6/2025).
Sekolah Tani PTI di Agro Cinema BBSDLP Kementan, Jl. Tentara Pelajar, Bogor Tengah, Minggu (1/6/2025).

RADAR BOGOR – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tak hanya bertumpu pada lahan dan teknologi, tapi juga keberlangsungan pelaku utamanya petani.

Di Kota Bogor, semangat swasembada pangan itu mulai digerakkan lewat regenerasi petani muda, meski lahan pertanian semakin terbatas.

Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kota Bogor mendorong lahirnya generasi baru petani yang siap menggarap pertanian modern demi terwujutnya swasembada pangan.

Ketua DPC PTI Kota Bogor, Jieckry Da Friansyah, mengatakan pihaknya ingin mengubah persepsi bahwa menjadi petani harus kotor dan bergantung pada lahan luas.

“Di kota pun bisa bertani. Bisa dengan hidroponik, green house, dan sistem pertanian modern lainnya. Petani sekarang nggak harus kena panas atau kotor,” ujarnya usai Sekolah Tani PTI di Agro Cinema BBSDLP Kementan, Jl. Tentara Pelajar, Bogor Tengah, Minggu (1/6/2025).

Jieckry menuturkan, PTI Kota Bogor hadir sebagai wadah anak-anak muda, bahkan yang tak punya latar belakang bertani, agar tertarik menekuni dunia pertanian.

Salah satunya program menanam komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti melon Jepang, tomat ceri, hingga stroberi impor.

“Stroberi dari Jepang misalnya, 400 gram bisa dihargai Rp500 ribu. Potensinya besar. Ini yang sedang kami dorong jadi percontohan di Bogor,” ungkapnya.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menilai regenerasi petani lewat jalur pemuda sangat penting untuk menunjang program Asta Cita yang diusung Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Acara seperti ini bagus sekali untuk menarik minat anak muda ke sektor pertanian. Regenerasi itu kunci, supaya petani Indonesia tidak punah,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, juga menyambut baik langkah PTI sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan kaderisasi petani muda.

Dia menegaskan pemerintah daerah siap berkolaborasi menjalankan kebijakan pusat soal kedaulatan pangan.

“Pak Presiden sudah memberikan prioritas tinggi ke sektor pertanian. Tinggal kita di daerah mau tidak menjalankan dan mengawal itu,” katanya.

Senada, Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, menyebut pemuda sebagai garda depan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menyoroti pentingnya ketersediaan pangan di tengah kondisi global yang tidak menentu.

“Kalau perut lapar, mana bisa angkat senjata. Maka kedaulatan pangan harus jadi prioritas. Kami ingin pemuda ikut mengawal program pertanian ini,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PTI, Suroyo, menekankan problem utama sektor pertanian saat ini adalah minimnya SDM muda.

Karena itu, PTI hadir dengan tiga misi: mengajak pemuda terjun ke pertanian, mendukung pengembangan usaha tani, dan mencetak petani muda yang sukses secara ekonomi.

“Kalau SDM mudanya siap, swasembada tidak hanya soal beras, tapi juga jagung, singkong, dan lainnya bisa kita capai,” tegasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #swasembada pangan #petani