Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dukung Program Pendidikan Karakter Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Siapkan Barak Khusus di Markas Yonif 315 Garuda

Ahmad Susandi • Selasa, 3 Juni 2025 | 07:06 WIB
Wali Kota Bogor bersama Kodim 0606 meninjau barak Yonif 315/Garuda yang akan digunakan sebagai pusat pendidikan karakter bagi pelajar yang butuh bimbingan khusus.
Wali Kota Bogor bersama Kodim 0606 meninjau barak Yonif 315/Garuda yang akan digunakan sebagai pusat pendidikan karakter bagi pelajar yang butuh bimbingan khusus.

RADAR BOGOR — Pemerintah Kota Bogor bergerak cepat menindaklanjuti kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pendirian pusat pendidikan karakter bagi pelajar dengan perilaku istimewa atau memerlukan perhatian khusus.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah meninjau langsung kesiapan barak militer yang akan difungsikan sebagai tempat pembinaan dan pengasuhan.

Bersama jajaran Kodim 0606/Kota Bogor, Wali Kota Bogor dan tim terkait mengunjungi Markas Yonif 315/Garuda di kawasan Gunung Batu, Selasa (3/6), untuk memastikan kesiapan fasilitas yang akan digunakan dalam program pembinaan tersebut.

“Pemerintah Kota Bogor bersama Kodim 0606 meninjau langsung kesiapan barak di Markas Yonif Garuda, Gunung Batu, yang akan digunakan sebagai tempat pembinaan dan pengasuhan bagi anak-anak SMA sederajat yang membutuhkan bimbingan karakter,” tulis akun Instagram resmi @walikotabogor.

Program ini ditujukan bagi anak-anak yang, berdasarkan pengamatan orang tua atau pihak sekolah, mengalami kesulitan dalam disiplin, motivasi belajar, atau menghadapi tantangan perilaku lainnya.

Namun, pendekatannya bukan hukuman, melainkan pembinaan terintegrasi.

Fasilitas yang disediakan di barak cukup lengkap. Selain didampingi oleh pelatih dari TNI yang akan membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab, peserta juga akan mendapat bimbingan dari psikolog profesional, serta pendamping dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID).

Tempat ini mampu menampung hingga 100 peserta, dan pendaftarannya hanya bisa dilakukan oleh orang tua/wali siswa yang merasa membutuhkan dukungan karakter tambahan bagi anaknya.

Artinya, program ini bersifat sukarela dan berbasis kemauan keluarga, bukan atas dasar paksaan atau sanksi.

Program ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembinaan generasi muda di tengah kemajuan teknologi dan sosial saat ini.

Dengan pendekatan sinergis antara militer, psikologi, pendidikan, dan perlindungan anak, Pemkot Bogor berharap tempat ini bisa menjadi model pembinaan karakter yang inspiratif dan manusiawi di tingkat provinsi maupun nasional.***

Editor : Eli Kustiyawati
#dedi mulyadi #kota bogor #barak militer #gubernur jawa barat #program pembinaan