RADAR BOGOR - Transportasi massal di Kota Bogor kini bertambah dengan hadirnya Transjabodetabek rute baru P11 yang menghubungkan Kota Bogor langsung ke Terminal Blok M, Jakarta Selatan.
Bus ini pun mematok tarif sangat terjangkau, hanya Rp3.500. Warga Kota Bogor akan menempuh perjalanan selama 90 hingga 110 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Rute baru ini melewati beberapa titik penting seperti Sentul Bellanova, Citeureup, Cibubur, serta halte BRT Pancoran Koridor 9 dan Koridor 13 sebelum akhirnya masuk ke Terminal Blok M jalur 5.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan layanan ini akan meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Bogor. Serta memberikan alternatif transportasi yang efisien bagi masyarakat.
“Rata-rata kecepatannya kalau tidak macet kurang lebih 90 menit, kalau pas macet ya mungkin sampai dengan 110 menit," ungkapnya saat launching, Kamis (5/6/2025).
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan pengoperasian rute ini merupakan Transjakarta P11 mulai beroperasi dari pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Dia bersyukur ini menjadi langkah besar dalam pengembangan transportasi di Kota Bogor.
"Kami berharap masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih ke transportasi umum yang lebih nyaman dan murah ini,” ujar Dedie.
Dedie menambahkan, penggunaan Transjabodetabek ini tidak hanya efisien dari segi waktu dan biaya, tetapi juga membantu mengurangi kemacetan di jalur Jagorawi.
“Transjakarta ini dingin, nyaman, dan efisien. Pengguna tidak perlu lagi lagi khawatir dengan biaya bahan bakar dan tol yang selama ini cukup membebani pengendara pribadi,” tambahnya.
Untuk tahap awal, Transjakarta menyediakan 16 unit bus yang beroperasi dengan headway sekitar 15 menit. Sistem pembayaran menggunakan kartu uang elektronik seperti e-money dan sejenisnya.
Ke depan, manajemen Transjakarta akan terus memantau kebutuhan dan volume penumpang untuk menambah jumlah armada maupun frekuensi perjalanan jika diperlukan.
Rute P11 ini menjadi bagian dari program Transjabodetabek yang mengintegrasikan sistem transportasi massal di wilayah Jabodetabek. Ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat antar wilayah dengan tarif teau dan waktu tempuh yang kompetitif. (uma)
Editor : Eka Rahmawati