Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Transjabodetabek Bogor – Blok M Resmi Beroperasi, Wali Kota Dedie Rachim: Warga Tak Perlu Lagi Mobil Pribadi

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 5 Juni 2025 | 11:56 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat peresmian Transjakartadi Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat peresmian Transjakartadi Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Layanan bus Transjabodetabek kini resmi menjangkau Kota Bogor. Melalui rute baru P11, masyarakat Bogor bisa langsung menuju Terminal Blok M, Jakarta Selatan dengan tarif Rp3.500.

Rute ini akan melalui Sentul Bellanova, Citeureup, Cibubur, hingga Halte Pancoran Koridor 9 dan Koridor 13 Transjakarta, sebelum akhirnya masuk ke jalur 5 Terminal Blok M.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyebutnya sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas transportasi publik di Kota Bogor. Ia  juga hadir langsung saat launching dan dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Blok M.

"Kami menempuh perjalanan ke Bogor via tol dan jalur Transjakarta, dengan waktu tempuh sekitar 85 menit dan tarif hanya Rp3.500. Ini sangat efisien dan murah,” ujar Dedie saat tiba di Terminal Cidangiang, Bogor, Kamis (5/6/2025).

Dedie mengatakan, layanan Transjabodetabek P11 beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan waktu tunggu sekitar 15 menit. Untuk tahap awal, tersedia 16 unit bus yang melayani trayek Bogor – Blok M pulang-pergi.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang biasa memakai kendaraan pribadi bolak-balik Jakarta–Bogor via Tol Jagorawi, untuk mulai beralih ke layanan Transjabodetabek ini. Lebih murah, nyaman, dan bebas stres,” ucapnya.

Selain mendukung efisiensi biaya, kehadiran rute ini juga diharapkan mengurangi volume kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta, khususnya dari arah Bogor. Dedie menekankan kualitas layanan Transjabodetabek sudah cukup memadai dan dapat menjadi alternatif utama bagi warga Bogor yang bekerja atau beraktivitas di Ibu Kota.

“Selama ini Bogor masih didominasi angkot, dengan hadirnya Transjabodetabek, kita bisa mulai mengejar kualitas layanan seperti di Jakarta. Busnya dingin, tempat duduk nyaman, dan tidak perlu berhenti terlalu sering,” jelasnya.

Terkait pembayaran, penumpang bisa menggunakan kartu uang elektronik seperti e-money dan sejenisnya. Sementara untuk sistem QRIS masih terbatas hanya di halte-halte Transjakarta tertentu.

Dedie juga menjelaskan ke depan akan ada evaluasi terhadap volume penumpang dan kebutuhan teknis. Salah satunya modifikasi halte Terminal Cidangiang agar sesuai dengan tinggi lantai bus, yaitu sekitar 110 cm. Akses untuk penyandang disabilitas juga tengah dipertimbangkan agar pelayanan semakin inklusif.

“Kalau permintaan meningkat, jumlah bus bisa ditambah. Kami juga akan lihat kebutuhan infrastruktur seperti tinggi dek halte dan aksesibilitas,” katanya.

Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Daud Joseph, menyatakan warga Bogor kini bisa merasakan layanan dengan standar yang sama seperti warga Jakarta. Dia pun mengajak untuk menggunakan Transjakarta sebagai transportasi harian.

“Tujuan utamanya adalah supaya mobilitas dari Bogor ke Jakarta dan sebaliknya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Meski begitu, Daud mengingatkan penyelenggaraan layanan ini tidak murah. Ia mendorong masyarakat untuk bersama-sama menggunakan transportasi umum demi keberlanjutan layanan.

“Kalau seluruh warga kompak berpindah ke angkutan umum, maka manfaatnya bisa sangat besar. Saya mengajak warga Bogor untuk menyambut baik layanan ini. Gunakan Transjakarta, dan kalau jumlah pengguna terus meningkat, kami siap menambah armada maupun frekuensi,” tegasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #transjabodetabek #blok m