Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Makna Idul Adha 1446 Hijriah dari Masjid Raya Bogor, Khatib : Jangan Korbankan Nilai Sosial atas Nama Agama

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 6 Juni 2025 | 08:35 WIB
Suasana Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Raya Bogor, Jumat (6/6/2025).
Suasana Salat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Raya Bogor, Jumat (6/6/2025).

RADAR BOGOR – Ribuan umat Islam memadati Masjid Raya Bogor, pada Jumat (6/6/2025) pagi untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 Hijriah.

Salat Idul Adha dimulai sekitar pukul 06.33 WIB dan diikuti langsung Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

Bertindak sebagai imam Salat Idul Adha yakni Ustadz Asep Fahrurozi, sementara khutbah disampaikan oleh KH. Khotimi Bahri.

Dalam khutbahnya, KH. Khotimi menyampaikan pesan mendalam tentang makna sejati pengorbanan dalam Idul Adha.

Ia menekankan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bukan semata-mata tentang kepatuhan terhadap perintah Allah, tetapi juga mencerminkan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Nabi Ibrahim menaati perintah Allah tanpa pertanyaan, tanpa perhitungan pribadi, bahkan ketika yang dikorbankan adalah anaknya sendiri, Nabi Ismail,” ujar KH. Khotimi.

Namun di saat-saat terakhir, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan simbol bahwa dalam ketaatan sekalipun, Islam tetap mengajarkan untuk mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Ia pun mengingatkan agar umat Islam tidak menjadikan agama sebagai alasan untuk menyingkirkan atau menyakiti orang lain. Jangan hanya atas nama agama lalu mengorbankan nilai-nilai sosial.

"Kita tidak diperintahkan untuk mengabaikan hak orang lain. Justru agama datang untuk menjaga keadilan dan membangun kedamaian,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH. Khotimi menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek vertikal (hubungan dengan Allah) dan horizontal (hubungan dengan sesama manusia).

Sebab, kata dia, beragama bukan hanya soal ritual fisik, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.

“Dalam Idul Adha, kita diingatkan untuk berbagi, memperhatikan yang lemah, dan menciptakan rasa aman dalam kehidupan sosial,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan bahwa Idul Adha seharusnya tidak berhenti pada pelaksanaan ritual semata, tetapi juga harus menjadi cerminan sikap ikhlas dan peduli dalam kehidupan sosial.

Menurutnya seluruh proses kehidupan ini bukan hanya soal menjalankan hal-hal yang wajib. Umat Islam juga bertanggung jawab kepada lingkungan sekitar.

"Dalam pelaksanaan ibadah kurban, tentu perlu nilai keikhlasan yang tinggi dan kepedulian untuk berbagi dengan sesama,” katanya.

Ia juga menyampaikan doa bagi warga Bogor yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Dia pun mengajak agar warga Bogor melakukan hal yang sama.

“Saya mendoakan saudara-saudara kita yang sedang berhaji, semoga Allah mudahkan seluruh urusan mereka, diberikan kesehatan, keselamatan, dan menjadi haji yang mabrur serta hajjah yang mabrurah,” ucapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Idul Adha, Masjid Raya Kota Bogor akan menyembelih dua ekor sapi dan 10 ekor kambing Sabtu (7/6/2025). Hewan kurban tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar yang membutuhkan. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#masjid raya bogor #Dedie Rachim #idul adha