RADAR BOGOR – Pemkot Bogor bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) menyerahkan secara simbolis Nomor Izin Edar (NIE) kepada para pelaku UMKM Kota Bogor di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (9/6/2025).
Sebanyak 332 NIE resmi diterbitkan untuk produk pangan olahan dan obat bahan alam UMKM Kota Bogor.
Kepala Balai Besar POM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, mengatakan kegiatan penyerahan NIE untuk UMKM Kota Bogor ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor.
Sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara Pemkot Bogor dan BBPOM dalam membina UMKM menuju standar global.
“Kami ingin menunjukkan komitmen peningkatan kualitas dan daya saing UMKM Kota Bogor,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari 332 NIE yang diterbitkan, sebanyak 136 NIE diberikan kepada 31 pelaku UMKM di sektor pangan olahan, 164 NIE untuk tiga usaha menengah dan besar, serta 32 NIE untuk lima pelaku usaha di bidang obat bahan alam.
Jeffeta menekankan peran BBPOM tak hanya sebatas pengawasan dan penindakan, tetapi juga pembinaan secara menyeluruh.
Bahkan, beberapa produk penerima NIE kini telah berhasil menembus pasar Eropa dan Timur Tengah.
“Kami kawal dari awal, termasuk penerapan standar mutu. Legalitas ini bukan hanya kewajiban, tapi juga modal penting untuk bisa tumbuh dan bersaing,” jelasnya.
Ia juga membuka pintu lebar bagi pelaku usaha lain yang ingin dibina untuk memperoleh izin edar.
Masyarakat dapat datang langsung ke kantor BBPOM atau mengakses layanan daring melalui media sosial dan kontak resmi.
"Program ini juga tercatat telah menyerap sedikitnya 700 tenaga kerja dari warga Kota Bogor, serta berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah," sebutnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menyebut penerbitan NIE sebagai momentum penting bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar hingga ke mancanegara.
“Dengan adanya surat izin edar ini, pelaku usaha akan lebih percaya diri dan konsumen pun merasa lebih aman. Bahkan ini bisa menjadi jalan untuk membuka peluang ekspor,” ujarnya.
Dedie juga mendorong para pemilik NIE agar memanfaatkan momen ini dengan memperkuat jejaring pemasaran dan menjajaki kolaborasi sesama pelaku usaha lokal. Dia bahkan berencana memamerkan produk pelaku usaha yang menerima NIE.
“Kota Bogor jadi tuan rumah, dan kita undang buyer dari berbagai daerah. Kita dorong produk-produk ini naik kelas,” tambahnya.
Salah satu UMKM Kota Bogor penerima NIE adalah Rumah Tempe Indonesia asal Cilendek. Mereka memproduksi tempe segar hingga aneka olahan seperti tempe bacem, rica-rica, dan keripik tempe.
“Alhamdulillah, dengan diterbitkannya NIE ini kami berharap bisa memperluas pasar, baik ke retail modern maupun e-commerce,” ujar Fania, perwakilan Rumah Tempe Indonesia.
Dari sektor minuman, Bagas Galibra Astia selaku Vice President Operation PT Supra Sari Lestari mengungkapkan bahwa izin edar sangat penting untuk memperkuat penetrasi pasar, termasuk ekspor.
“Kami sudah ekspor ke Afrika, Asia, dan Pasifik. Dengan NIE, kami jadi lebih percaya diri. Terima kasih kepada Pemkot dan BBPOM atas kolaborasinya,” tuturnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin