RADAR BOGOR – Dukungan penuh terhadap gerakan lingkungan ditunjukkan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat menghadiri Workshop Bogorku Bersih 2025, Jumat (13/6/2025). Jenal mengumumkan ia akan menambah hadiah untuk para juara lomba Bogorku Bersih.
“Juara satu tadinya Rp30 juta, saya tambah Rp5 juta. Juara dua dan tiga pun akan saya tambah masing-masing Rp5 juta,” kata Jenal disambut tepuk tangan para peserta yang terdiri dari ratusan ketua RT se-Kota Bogor.
Ia menegaskan, hadiah itu bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi dorongan nyata agar gerakan lingkungan tidak hanya seremonial tahunan. Kegiatan ini harus menjadi pendorong semangat kampanye kebersihan yang konsisten.
"Pemerintah tidak bisa sendiri, harus ada kolaborasi dan gotong royong dari warga,” ujar mantan anggota DPRD Kota Bogor itu.
Jenal mengakui, selama tiga bulan menjabat, ia menemukan banyak persoalan lingkungan yang harus dibenahi bersama, mulai dari tumpukan sampah, PKL liar, hingga kawasan yang kurang tertib.
Meski demikian wakil wali kota Bogor optimistis, melalui semangat gerakan seperti Bogorku Bersih, perubahan nyata bisa dimulai dari tingkat RT.
“Bogor ini wajah nasional. Presiden saja tinggal di sini. Masa kotanya kotor? Harusnya bersih, beres, dan maju,” tegasnya.
Tak hanya memotivasi soal lingkungan, Jenal juga mengingatkan ketua RT untuk peduli sekitar salah satunya melapor jika menemukan warga miskin belum terdaftar BPJS atau anak-anak putus sekolah.
“Laporkan, jangan diam. Kalau tidak dilaporkan, kita juga yang dosa,” kata Jenal Mutaqin.
Lomba Bogorku Bersih sendiri sudah memasuki tahun ke-10 sejak digelar pertama kali pada 2016 dan tahun ini ratusan peserta telah mendaftar yang terbagi ke dalam enam kategori lomba.
Sebelumnya, Kepala DLH Kota Bogor Denni Wismanto menyampaikan tantangan terbesar pengelolaan lingkungan saat ini adalah mengubah pola pikir warga agar mulai memilah sampah dari rumah.
Target ke depan, menurut Denni adalah volume sampah yang dibuang ke TPA Galuga bisa ditekan dari 80 persen menjadi hanya 30 persen.
“Dan itu bisa terjadi kalau kita mulai dari rumah, dari lingkungan terkecil,” tandasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati