Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Relokasi Kabel Bawah Tanah Pertama di Indonesia, Pemkot Bogor Janji Segera Perbaiki Lubang Bekas Galian

Dede Supriadi • Jumat, 13 Juni 2025 | 22:59 WIB
Galian relokasi kabel di Jalan Pengadilan-Jalan Dewi Sartika Kota Bogor.
Galian relokasi kabel di Jalan Pengadilan-Jalan Dewi Sartika Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi dampak dari proyek galian kabel bawah tanah yang sedang berlangsung.

Adapun proyek yang dimaksudkan ini adalah proyek relokasi kabel bawah tanah (ducting) yang saat ini terjadi di berbagai ruas jalan yang ada di Kota Bogor.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat termasuk pengguna jalan yang terdampak dari relokasi utilitas kabel optik (internet).

Menurut Rahmat, proyek tersebut tentunya menyebabkan beberapa ketidaknyamanan sementara, seperti kemacetan, dan membuat estetika terganggu. Namun demikian, dirinya meminta pekerja untuk merapikan dan membersihkan tanah galian sehingga tidak berceceran di jalan dan bisa membahayakan para pengendara.

“Bahwa kegiatan relokasi kabel bawah tanah ini memang belum selesai, kami memohon maaf atas ketidak nyamanan ini,” kata Rahmat Hidayat kepada Radar Bogor, Jumat (13/6/2025) malam.

Akan tetapi, Kadis Kominfo Kota Bogor menekankan bahwa relokasi kabel bawah tanah yang tengah berlangsung saat ini menjadi proyek satu-satunya di Indonesia yang mana, kegiatan menjadi pilot project program relokasi yang kini bebas kabel udara dan tampak lebih rapi.

Seluruh kabel optik yang awalnya menjuntai di udara kini sudah direlokasi ke bawah tanah. Sedangkan tiang dan kabel internet digunting dan dicabut lantaran dinilai membuat tata kota menjadi semrawut.

“Yang harus digarisbawahi adalah ini adalah proyek satu-satunya di Indonesia, tanpa mengeluarkan APBD, operator telekomunikasi yang tergabung dalam APJATEL menujuk kontraktor, dan melakukan penataan kota,” ucap mantan Camat Bogor Utara itu.

Menurut dia, sejak 2024, Pemkot Bogor bersama APJATEL melakukan kick off penggalian titik pertama yang dimulai dari kawasan Jembatan Otista.

Saat itu, Pemkot Bogor mencari konsep pendanaan penataan kabel di pertokoan Jembatan Otista di luar APBD.

“Penataan ini menggunakan Apjatel, jadi Apjatel yang mengeluarkan biayanya,” beber dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Fajar Nuhammad Nur mengaku sempat beberapa kali mendapatkan keluhan dan laporan dari masyarakat mengenai hal tersebut.

“Setelah saya cek ke lokasi ternyata betul ada beberapa masalah yang kurang memenuhi spesifikasi. Kami berharap pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi, memperhatikan K3, serta perlindungan dan keamanan pengguna jalan,” ujarnya.

Terlebih menurutnya kebanyakan galian berada di lokasi strategis dan menjadi landmark Kota Bogor. Oleh karena itu menurutnya perlu ada perhatian lebih dari kontraktor pelaksana supaya pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Kota Bogor, Rudiana Sakti mengatakan bekas galian belum ditutup secara maksimal lantaran proses pekerjaan yang belum selesai.

Ia menyebut pihak kontraktor pelaksana masih akan melakukan proses relokasi utilitas kabel optik ke dalam galian.

“Misalnya untuk progress segmen Jalak Harupat-Jalan Salak perkiraan beres galian dan perapihan di akhir bulan Juni. Kemudian dilanjut proses penurunan kabel barunya sampai bulan juli,” terangnya.

Kemudian untuk segmen Jalan Sudirman-Jalan Pengadilan proses pengerjaan masih akan berjalan lebih panjang. Karena pihak pekerja menunggu agenda Hari Jadi Bogor tuntas.

“Kami menunggu HJB selesai untuk pekerjaan di Jalan Pengadilan. Galiannya sudah selesai tinggal perapihannya dan pembuatan hand hold bersama saja. Targetnya di bulan Agustus rampung,” imbuh Rudi.

Dirinya berjanji seluruh proyek pekerjaan akan kembali seperti semula setelah semua proses relokasi selesai dilakukan. (ded)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #bawah tanah #galian #kabel