RADAR BOGOR - Kota Bogor menargetkan Predikat Utama Kota Layak Anak (KLA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Ini ditetapkan setelah dua tahun berturut-turut Kota Bogor hanya menyandang Predikat Nindiya atau di bawah utama.
Kepala DP3A Kota Bogor, Dody Achdiat menjelaskan verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak saat ini baru selesai.
Menurutnya dalam tahapan itu mereka telah bekerja maksimal. "Penilaian salah satunya evaluasi mandiri. Kita memaparkan hasil kolaborasi dari semua stakeholder mulai dari Polresta, Kejaksaan, pengadilan, dan masyarakat umum," jelasnya.
Penilaian dilakukan untuk seluruh kegiatan ramah anak yang dilakukan sepanjang 2023-2024. Penilaiannya diambil untuk 1,5 tahun karena tahun 2024 KLA ditiadakan akibat Pemilu.
Kota Bogor diklaim telah memiliki berbagai program ramah anak mulai dari tempat ibadah, sekolah, hingga di media massa atau sosial. Sejumlah program ini yang diandalkan untuk memikat hati juri.
"Jadi tahun 2024 tidak ada karena pemilu dan untuk 2022-2023, kita mendapatkan Nindiya. Jadi tahun ini untuk penilaian tahun lalu," sebutnya.
Pelaksanaan verifikasi lapangan 2025 sendiri dilakukan secara hybrid dengan juri lewat zoom meeting dan Pemkot Bogor di Balai Kota.
Dody menuturkan Kota Bogor di Jawa Barat masuk salah satu dari kota terbaik untuk naik ke predikat utama.
"Walau begitu penilaian KLA ini dari nol lagi, tidak hanya melanjutkan Nindya. Kami mengumpulkan lagi eviden dan lainnya. Apakah masih layak utama atau degradasi ke tingkat lebih bawah," tuturnya.
Lebih jauh, pengumuman predikat akan dilakukan pada 23 Juli nanti atau bertepatan Hari Anak Nasional.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang hadir dalam verifikasi optimis target peningkatan status Kota Bogor tercapai l.
“Kita berharap hasil penilaian dari para verifikator ini bisa menaikkan status Kota Bogor menjadi KLA tingkat Utama. Kelengkapan administrasi sudah kami penuhi,” ujarnya.
Dedie juga mengungkapkan Gugus Tugas KLA Provinsi Jawa Barat, sebelumnya telah menyampaikan Kota Bogor pada dasarnya sudah layak meraih predikat Utama. Hanya saja proses verifikasi dan validasi masih terus berlangsung.
“Saya optimistis, pencapaian status Utama akan bisa kita raih karena semua indikator dan persyaratannya sudah kami penuhi,” tegas Dedie. (uma)
Editor : Yosep Awaludin