RADAR BOGOR - Pendfataran Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2025 jenjang SMP di Kota Bogor sudah berlangsung dua pekan. Ini terhitung sejak 2 Juni 2025.
Pendaftarnya pun cukup membeludak. Dinas Pendidikan Kota Bogor mencatat ada 12.000 peserta yang sudah upload berkas SMPB 2025 selama dua pekan ini.
Mayoritas diantara mereka memilh SPMB 2025 jalur domisili. Kuota yang sudah disediakan oleh tiap-tiap SMP Negeri semuanya sudah terisi, bahkan melampaui batas.
Kondisi tersebut seperti tercermin di SMPN 6 Kota Bogor. Jumlah pendaftar jalur domisili tembus 397 orang. Sementara kuotanya hanya tersedia 130.
Data tersebut didapat dari laman resmi SPMB Kota Bogor. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor, Elyis Sontikasyah membenarkan terkait data yang tersedia disana.
Elyis menjelskan pihaknya tidak bisa membendung peserta yang memilih jalur domisi. Sebab ini dibuka untuk umum. Jadi siapa saja boleh mendaftar lewat jalur yang diinginkan.
“Kalau jalur domisili memang sudah penuh. Tapi kita tidak bisa membatasi, karena ini terbuka. Silakan saja mendaftar sesuai dokumen dan keinginan masing-masing peserta,” ujar Elyis pada Radar Bogor, Selasa (17/6/2025).
Elyis menjelaskan, sistem SPMB 2025 di Kota Bogor memungkinkan adanya fleksibilitas dalam pengisian kuota.
Artinya, jika ada jalur yang kuotanya belum terpenuhi, bisa diisi dari jalur lain. Skema ini sudah tertuang dalam keputusan wali kota.
“Bukan penambahan kuota, tapi pengisian dari sisa jalur yang kosong. Misalnya, jalur mutasi kuotanya belum penuh, maka bisa diisi oleh peserta dari jalur domisili atau afirmasi, sesuai urutan dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Sebagai gambaran, bila satu sekolah memiliki daya tampung 300 siswa dan kuota jalur domisili hanya 50, sementara yang mendaftar lewat domisili mencapai 70 orang, maka 20 orang sisanya bisa mengisi kuota kosong di jalur lain, asal masih tersedia slot dan sesuai urutan.
“Contohnya, kalau di jalur mutasi masih ada lima kursi kosong, maka lima peserta dari domisili yang belum terakomodasi bisa masuk ke sana,” katanya.
Elyis memastikan seluruh daya tampung sudah tercantum dalam SK resmi. Saat ini, dari 23 SMP Negeri di Kota Bogor, daya tampung keseluruhannya mencapai sekitar 6.000 kursi. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin