Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gandeng Bank BRI, Perumda Pasar Pakuan Jaya Beri Kemudahan Pedagang untuk Bisa Membeli Kios dengan Berbagai Skema Pembiayaan

Reka Faturachman • Kamis, 19 Juni 2025 | 19:42 WIB
Pedagang pasar tradisional sudah mulai menempati kios-kios barunya di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor.
Pedagang pasar tradisional sudah mulai menempati kios-kios barunya di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Perumda Pasar Pakuan Jaya kembali memberikan solusi bagi pedagang yang merasa kesulitan dalam membeli kios dan los di pasar. Kemudahan itu kali ini diberikan melalui skema pembiayaan yang bakal difasilitasi oleh Bank BRI.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin menerangkan kemudahan yang bakal diberikan oleh Bank BRI kali ini akan menyasar para pedagang yang tidak bisa atau tidak lolos difasilitasi oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Nanti mereka bisa kami buatkan skema pembiayaannya di bank. Misalnya mereka akan DP 10atau 20 persen ke investor, itu bisa dilakukan dengan pencicilan selama tiga bulan sampai ke akad,” tuturnya kepada Radar Bogor, Kamis (19/6/2025).

Lalu terdapat pula skema pembayaran yang terbagi dua dengan jumlah cicilan dan tempo yang berbeda.

“Misalnya harga kiosnya Rp100 juta, pembayrannya bisa dibagi dua. Pertama cicilan Rp50 juta selama tiga tahun. Lalu yang setengahnya lagi dijadikan hutang. Setelah yang pertama selesai baru masuk yang tahap kedua dengan jumlah angsuran yang lebih murah namun temponya lebih lama,” jelas Jenal.

Oleh karena itu Jenal menekankan kepada warga terutama pedagang yang akan membeli kios atau los di pasar untuk tidak khawatir. Karena pihaknya bakal mencarikan alternatid skema pembayaran yang memudahkan para pedagang.

Micro Business Head Area Manager BRI Jakarta 2, Setyo Agung Yulianto memastikan pihaknya bakal memberikan skema pembayaran yang memudahkan dan sesuai dengan kemampuan para pedagang.

Karena pihaknya mengedepankan kepentingan pedagang supaya memiliki kios sehingga bisa berdagang setiap hari.

“Pedagang yang tidak masuk KUR tidak usah khawatir karena kami ada skema lain. Contohnya dengan pembiayaan yang lebih murah bunganya serta kami akan meminimalkan biaya administrasi dan biaya-biaya bank,” beber Agung.

Kemudahan tersebut diberikan karena ia ingin para pedagang tidak keberatan dalam membiayai angsuran sehingga cash flow permodalannya tidak terganggua atau terpengaruh.

“Kami berharap pedagang bisa berjualan dengan nyaman, pasar ramai dan jadi pusat perekonomian dan tonggak perekonomian bangsa,” tegasnya.

Agung bahkan menyebut melalui kerja samanya dengan Perumda PPJ, pihaknya akan menempatkan petugas di pasar setiap waktu supaya para pedagang tidak perlu lagi pergi ke bank.

Pertugas ini akan menjadi partner bahkan penasehat keuangan para pedagang untuk mengatasi persoalan keuangan yang dihadapi. (Fat)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Perumda pasar pakuan jaya #bank bri #PPPJ