Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anak-Anak Down Syndrome Berlomba Melukis Pola Rafflesia Arnoldii di Kebun Raya Bogor, Bakal Jadi Desain Produk Eksklusif 

Yosep Awaludin • Jumat, 20 Juni 2025 | 13:19 WIB
Anak-anak Down Syndrome saat berlomba melukis di Kebun Raya Bogor.
Anak-anak Down Syndrome saat berlomba melukis di Kebun Raya Bogor.

RADAR BOGOR—Bertempat di Gedung Herbarium, Kebun Raya Bogor, Kamis 19 Juni 2025, Kebun Raya Bogor menyelenggarakan lomba lukisan bertema Rafflesia Arnoldii untuk anak-anak penyandang Down Syndrome (ADS).

Lomba ini berkat kolaborasi antara Kebun Raya Bogor, Carys Cares, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya (MNR), menyatakan bahwa lomba ompetisi ini merupakan bukti komitmen Kebun Raya Bogor untuk meningkatkan arti konservasi melalui pelestarian alam dan inklusi sosial.

Zaenal menyatakan bahwa Kebun Raya Bogor tidak hanya tempat untuk belajar tentang flora, tetapi juga ruang aman dan menyenangkan bagi siapa pun untuk berkembang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Peserta berasal dari Komunitas POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome), Yayasan Swakarya, dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan sambutan dari perwakilan dari Kebun Raya Bogor dan BRIN. Kemudian ada sesi melukis dan tur edukatif berkeliling kebun raya.

Setelah itu, peserta mulai melukis pola Rafflesia Arnoldii dengan menggunakan palet warna yang telah disiapkan secara khusus untuk membantu mereka berimajinasi.

Rafflesia Arnoldii adalah tema yang dipilih karena melambangkan ketangguhan dan unik, dua sifat yang juga merupakan karakter yang diwakili oleh anak-anak dengan Down Syndrome.

"Kami ingin memberikan tempat bagi anak-anak dengan ADS untuk berkarya. Meskipun bentuknya sederhana, warna-warna yang mereka pilih punya nilai artistik dan emosional yang luar biasa," kata Zakaria Hamzah, COO Alleira Batik dan pendukung utama lomba.

Dewan juri acara ini terdiri dari Dani Handoko, Penasihat DWP BRIN; Marga Anggrianto, CEO PT Mitra Natura Raya (KebunRaya.id); dan Dr. Joannes Ekaprasetya Tandjung, Direktur Penguatan Kemitraan Infrastruktur Riset & Inovasi, BRIN.

Selain itu, ada Prita Kemal Gani, yang merupakan pendiri dan CEO LSPR, Puri Hadiprana, yang merupakan Komisaris Pusat Seni Hadiprana, dan Sasya Tranggono, yang merupakan seniman dan pendiri Studio Sasya Tranggono.

Tiga orang yang menang menerima hadiah uang tunai dan bingkisan. Selain itu, beberapa karya akan dibuat menjadi desain produk eksklusif dan akan ditampilkan dalam Plaza Indonesia Fashion Week pada 2025.

Hasil karya peserta juga akan dijual di toko souvenir Kebun Raya Bogor dan platform Carys Cares. Program kesadaran dan pemberdayaan anak Down Syndrome akan didanai kembali dari hasil penjualan produk. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#rafflesia arnoldii #kebun raya bogor #down syndrome