RADAR BOGOR - Puluhan pedagang di Pasar Kebon Kembang Blok B2 tidak bisa masuk pasar dan berjualan usai adanya insiden kebakaran pada Minggu, 22 Juni 2025 malam.
Pantauan Radar Bogor pada Senin, 23 Juni 2025 pagi menunjukan puluhan pedagang tersebut hanya bisa berdiri di emperan gedung Pasar Kebon Kembang.
Pintu-pintu utama di Pasar Kebon Kembang tersebut tertutup dan terkunci rapat. Kondisi ini masih berlangsung hingga pukul 08.30 WIB.
Seorang pegawai toko, Ipah mengatakan pada hari biasa pasar yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah ini sudah dibuka sejak subuh.
"Biasanya subuh sudah dibuka. Karena ada pedagang yang mulai berjualan sejak pagi. Walaupun biasanya toko atau kios berdatangan jam 7.00-8.00 WIB," ujarnya kepada Radar Bogor.
Ipah menyebut tidak ada informasi atau penjelasan yang diberikan oleh pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya mengenai hal ini.
"Informasi dari teman-teman pedagang lain katanya akan dibuka agak siang. Tapi belum ada kejelasan. Kami cuma bisa menunggu," ucap Ipah.
Menurutnya kondisi ini merugikan para pedagang dan pegawai, karena mereka tidak bisa membuka toko dan berjualan sejak pagi.
Upaya konfirmasi sudah dilakukan Radar Bogor pada pihak Perumda PPJ dan Polsek Bogor Tengah, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada respons yang diberikan kedua pihak.
Sebelumnya, Pasar Kebon Kembang Blok B2 mengalami kebakaran pada Minggu (22/6/2025) malam. Insiden ini terjadi pada beberapa titik kios di lantai yang berbeda.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Agung Prihanto mengatakan, awal mula terjadinya kebakaran dari lantai 2 tepatnya di warung softdrink Blok B. "Saat kami melakukan pemadaman api kembali muncul dari basement," ujarnya.
Sebanyak 10 unit mobil damkar dari Kota dan Kabupaten Bogor diterjunkan untuk memadamkan si jago merah. Api akhirnya padam usai 40 menit penanganan.
Akibat kejadian ini sebanyak 3 kios dan 17 los hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta. Agung memastikan tidak ada korban akibat peristiwa tersebut. (fat)
Editor : Yosep Awaludin