RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Barat belum menjadi prioritas.
Menurut Dedi Mulyadi, saat ini belum ada kebutuhan mendesak yang membuat ASN harus bekerja dari mana saja.
“Sampai hari ini belum ada yang urgen. Jadi pekerjaan ASN menurut saya masih harus dilakukan secara langsung,” ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri sebuah agenda di Bogor, Selasa (24/6/2025).
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang fokus pada program-program pembangunan yang bersifat konstruktif.
Hal ini membuat yang dibutuhkan adalah kehadiran langsung ASN di lapangan bukan sekedar WFA.
“Jawa Barat saat ini sangat menekankan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya konstruktif. Misalnya, beresin jalan, irigasi, reboisasi, dan sebagainya. Itu semua butuh keterlibatan langsung di lapangan,” ujarnya.
Maka dari itu ASN di Jawa Barat didorong untuk menjadi pelaksana kerja nyata di lapangan.
Bukan sekadar mengerjakan tugas administratif dari balik meja kantor.
“Saya menyebutnya, ASN kita hari ini adalah pekerja lapangan, bukan pekerja kantoran,” kata Dedi Mulyadi.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kebijakan nasional dari Kementerian PANRB yang membuka peluang penerapan WFA bagi ASN.
Meski begitu, Dedi Mulyadi menegaskan setiap daerah memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda, sehingga kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan konteks lokal. (uma)
Editor : Alpin.