Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kurangi Risiko Bencana Longsor, KPP dan Pemkot Bogor Tanam 200 Pohon Buah di Panaragan

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 25 Juni 2025 | 13:05 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal mutaqin secara simbolis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lingkungan Hidup di Kelurahan Panaragan.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal mutaqin secara simbolis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lingkungan Hidup di Kelurahan Panaragan.

RADAR BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya mengadakan aksi penanaman pohon di Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu 25 Juni 2025.

Penanaman 200 pohon buah di Panaragan itu, dilakukan di daerah yang berbatasan langsung dengan Paledang dan dikenal memiliki kontur tanah yang cukup curam serta rawan longsor.

Kegiatan penamaman pohon ini menjadi upaya kolaboratif antara warga Panaragan, komunitas, dan pemerintah untuk menjaga lingkungan serta mengurangi risiko bencana.

Ketua Umum KPP, Beni Sitepu, menyebutkan penanaman hanya dilakukan secara simbolis sebanyak 10 pohon.

Sisanya, sekitar 190 pohon akan diserahkan kepada warga dan kelurahan untuk ditanam secara bertahap.

“Pohon-pohon ini kita bawa dari IPB. Sudah di-stack jadi lebih cepat berbuah. Jenisnya beragam, mulai dari rambutan, nangka, cimpedak, alpukat, sampai sambungan nangka-cimpedak,” jelas Beni kepada Radar Bogor.

Menurutnya, pemilihan tanaman buah bukan hanya untuk menjaga struktur tanah dari risiko longsor, tapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga di sekitar lokasi penanaman.

Selain itu, aksi ini bukan kegiatan insidental. KPP sudah melakukan penanaman pohon di berbagai titik Kota Bogor, seperti Kayumanis, Sindangsari, Katulampa, hingga Pulau Lampung.

“Kita ingin gerakan ini berkelanjutan dan bisa ditiru komunitas lain. Apalagi sekarang banyak wilayah di Bogor masuk zona rawan bencana,” tambahnya.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, hadir langsung dan ikut menanam pohon bersama para pemuda dan aparat wilayah.

“Ini gerakan positif yang kami dari Pemkot sangat apresiasi. Lokasi penanaman memang rawan longsor, jadi langkah ini sangat tepat,” ujar Jenal.

Ia menyebutkan, wilayah-wilayah di Bogor Tengah seperti Kebon Kalapa, Panaragan, Paledang, hingga Sempur sudah masuk zona merah rawan longsor.

Data ini mengacu pada peta risiko yang dimiliki BPBD dan telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025–2029.

“Kami akan dorong terus kegiatan konservasi seperti ini. Tapi pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Harus ada dukungan dari masyarakat,” tegasnya.

Jenal juga menyinggung soal ancaman musim hujan. Ia mengingatkan sebagian besar saluran air di Kota Bogor mengalami penyumbatan karena sampah.

“Saya sudah instruksikan camat dan lurah untuk rutin membersihkan drainase. Tapi kalau masyarakat masih buang sampah sembarangan, akan percuma,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir perwakilan dari BPBD, DLH, camat, lurah, serta Polresta Bogor yang juga ikut menanam pohon.

Dukungan juga datang dari pihak swasta, seperti PLN dan INH, yang selama ini menjadi mitra KPP dalam kegiatan sosial dan lingkungan.

Melalui aksi ini, KPP ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Dan bagi mereka, pemuda adalah penggerak utama perubahan. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#Panaragan #penanaman #KPP