RADAR BOGOR – Para pedagang di Pasar Jambu Dua Kota Bogor kini bisa memiliki kios sendiri lewat skema kredit ringan.
Hal itu, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRI, Perumda Pasar Pakuan Jaya, dan PT Bogor Artha Makmur (BAM) di Pasar Jambu Dua, Rabu 25 Juni 2025.
Ini menjadi langkah lanjutan dari upaya Pemerintah Kota Bogor dalam menata ulang pasar rakyat berbasis ekonomi kerakyatan. Termasuk di Pasar Jambu Dua.
Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin, menyampaikan skema ini ditujukan untuk memudahkan pedagang memiliki tempat usaha secara mandiri, tanpa harus menyewa.
Kerjasama serupa sudah dilakukan sebelumnya di Pasar Sukasari. “Kredit diberikan lewat kerja sama tripartit antara Perumda Pasar, BRI, dan PT Bogor Artha Makmur,” ujar Jenal.
Selain pembiayaan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, BRI juga memberikan fasilitas asuransi untuk para pedagang.
Bahkan harganya begitu murah yaitu Rp50.000 per tahun untuk satu polis. "Bahkan tadi diinformasikan bisa turun jadi Rp40.000. Sangat terjangkau,” tambahnya.
Skema kredit ini juga dirancang dengan tenor fleksibel, bahkan bisa lebih dari lima tahun. Hal ini dinilai meringankan beban pedagang yang biasanya terkendala pada modal dan tenor cicilan yang pendek.
Sementara itu, Micro Business Head Area Manager BRI Jakarta 2, Setyo Agung Yulianto, menegaskan BRI hadir untuk membantu para pelaku UMKM agar naik kelas. Terutama pedagang pasar yang sering disebut sebagai UMKM sejati.
"Melalui KUR, bunga hanya 0,5 persen per bulan dan tidak ada biaya administrasi, provisi, atau potongan lainnya. Semuanya gratis,” ungkap Setyo.
Ia juga menjelaskan proses pengajuan kredit akan dipercepat karena sistem BRI sudah digital. Apabila dokumen lengkap, hari ini pengajuan masuk, besok bisa cair.
"Kami permudah semuanya lewat ponsel karena itu komitmen kami untuk membantu masyarakat,” katanya.
BRI juga menawarkan skema cicilan bertahap bagi pedagang yang belum mampu mengambil kredit penuh.
Misalnya, untuk kios senilai Rp200 juta, bisa dikredit Rp100 juta lebih dulu, lalu sisanya setelah lunas.
Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur, M.H. Ages, selaku pengelola Pasar Jambu Dua, menyambut positif kerja sama ini.
BRI hadir bukan hanya sebagai pemberi pinjaman, tapi benar-benar membantu pedagang. "Mereka juga siapkan sistem pembayaran harian yang ringan dan fleksibel,” ujar Ages.
Menurutnya, Pasar Jambu Dua terdiri dari 1.141 kios dan los, yang sebagian besar diperuntukkan bagi relokasi pedagang dari Pasar Bogor dan pengembangan pedagang baru.
“Kios dan los di sini sangat representatif, dibuat untuk tahan hingga 20 tahun ke depan,” katanya.
Kerja sama ini disambut baik oleh para pedagang yang hadir. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai melakukan proses pengajuan kredit saat acara berlangsung.
Mereka mengaku terbantu dengan skema yang tidak memberatkan dan pelayanan cepat dari pihak BRI. (uma)
Editor : Yosep Awaludin