Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PKJN Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor Sediakan Layanan Terapi Adiksi Perilaku, Sembuhkan Korban Kecanduan Masalah Berikut Ini

Reka Faturachman • Jumat, 27 Juni 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi pemeriksaan terhadap calon pasien rehabilitasi di PKJN Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.
Ilustrasi pemeriksaan terhadap calon pasien rehabilitasi di PKJN Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.

RADAR BOGOR - Perilaku kecanduan game terlarang dan pinjaman daring menjadi masalah yang tengah berkembang di masyarakat, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menangani persoalan ini, salah satunya melalui layanan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.

PKJN di RS Marzoeki Mahdi menyediakan tempat untuk terapi perilaku yang dapat diakses masyarakat yang ingin menghilangkan kecanduan perilaku buruk tersebut.

Direktur Medik dan Keperawatan PKJN RSMM, dr Rahmi Handayani mengatakan layanan yang diberikan hampir sama dengan penanganan yang diberikan pada pasien adiksi zat. Namun, terapi yang dilakukan pada pasien adiksi game terlarang dan pinjaman daring ini tanpa detoksivikasi.

“Layanan ini terbuka untuk masyarakat yang ingin sembuh, silakan datang saja nanti diperiksa terlebih dahulu dan didiagnosa. Apakah perlu rehabilitasi atau bisa rawat jalan,” terang dr Rahmi kepada Radar Bogor.

Ia menjelaskan terapi perilaku ini akan dilakukan oleh konsultan adiksi yang ada di PKJN RSMM. Program ini akan berjalan selama tiga bulan, yang mana setiap bulan, pasien akan dievaluasi perkembangannya.

Terdapat berbagai program terapi yang akan dilakukan seperti terapi kelompok dan aktivitas yang akan dijalani oleh pasien.

“Ada juga pemberian obat, namun itu hanya dilakukan ketika ada siptom yang keluar seperti depresi atau cemas,” imbuh dr. Rahmi.

PKJN RSMM bahkan menyediakan empat tempat tidur khusus untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menjalani terapi tersebut. Selama berjalan sekira setahun, kata Rahmi pasien yang menjalani terapi cukup sedikit hanya berkisar 2 sampai 3 orang saja.

Berbeda dengan rehabilitasi pada pengguna narkoba, pasien adiksi masalah yang disebutkan di atas tadi harus menjalani perawatan secara reguler atau mandiri alias berbayar.(Fat)

Editor : Eka Rahmawati
#rumah sakit marzoeki mahdi #bogor