Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menggambar Jadi Dunia Kedua, Simak Kisah Seniman Muda Asal Bogor Darren Chandra

Fikri Rahmat Utama • Minggu, 29 Juni 2025 | 19:15 WIB
Darren Chandra, seniman muda asal Bogor.
Darren Chandra, seniman muda asal Bogor.

RADAR BOGOR – Darren Chandra bukan seniman biasa. Pemuda asal Bogor kelahiran 2002 ini merupakan penyandang Sindrom Asperger, salah satu bentuk Autism Spectrum Disorder (ASD).

Meski menghadapi tantangan dalam berkomunikasi sosial dan memahami bahasa isyarat, Darren justru menunjukkan kemampuan luar biasa dalam seni visual.

Darren Chandra belajar secara otodidak sedari kecil. Mencorat coret kertas menjadi bagian kesehariannya.

Mulai dari pensil, pena, arang, tinta, hingga media digital, Darren menjadikan gambar sebagai cara mengekspresikan dirinya dan memahami dunia.

Karya-karyanya penuh detail, simetris, repetitif, dan sarat dengan imajinasi khas—dipenuhi tokoh fantasi, lanskap luas, serta makhluk-makhluk fabel.

“Dia mengulang-ulang gambar dan mendetail satu persatu dari bentuk-bentuk yang di gambarnya. Tapi dari situlah kekhasannya muncul. Gambar Darren sangat padat, penuh kerumunan, dan ada banyak benda kecil yang tak semua orang sadar,” ungkap Kelly Chandra, Ayah Darren, Sabtu 28 Juni 2025.

Inspirasi utama Darren Chandra berasal dari kartun, buku cerita bergambar, hingga mainan-mainan masa kecil yang ia anggap sebagai simbol kenyamanan dan pelarian dari dunia nyata.

Salah satu karya besarnya adalah The Playroom, sebuah gambar kompleks yang ia garap sejak 2024.

Saat ini karya tersebut sedang dipamerkan di acara ARTJOG 2025 Yogyakarta sampai dengan Agustus, setelah lolos kurasi open call sebagai 16 peserta Young Artist Award dari sekitar 600 an peserta.

Dalam karya itu, tergambar dunia imajinatif yang riuh dan fantastis: panggung besar, badut, kurcaci, menara berputar, rak kitab raksasa, dan orkestra boneka.

Semua detailnya digambar dengan tangan, dengan tingkat kerumitan yang menakjubkan.

“Darren bilang, dia ingin gambarnya jadi amalan. Orang lain bisa senang, bisa ikut main lewat karyanya,” tambahnya.

Tak hanya bisa dinikmati, The Playroom juga dirancang interaktif. Penonton diajak untuk mencari detail tersembunyi, bahkan mewarnai bagian-bagian tertentu secara kolektif.

Karya Darren turut mencuri perhatian publik dan komunitas seni. Salah satunya, seniman sekaligus kreator konten visual Nabil Mohdor ( Bill Mohdor Studio) yang mengungkapkan kekagumannya saat melihat versi replika raksasa dari The Playroom dipamerkan.

“Lihat deh, ini karya seni yang bisa direspon semua orang. Aslinya segini kecil, tapi setelah diperbesar sedetail ini, tetap kelihatan kompleks.

Kostumnya beda-beda, bukunya beda-beda, orkestra boneka, ada raja, ada klinci. Full imaginative. Gue salut banget sama Darren,” kata Nabil dalam Instagramnya.

Menurut Nabil, karya Darren tidak hanya impresif dari segi teknis, tapi juga menyentuh dari sisi emosi dan daya cipta.

The Playroom, katanya, adalah ruang bermain dari kepala Darren yang penuh keajaiban.

Darren Chandra kini aktif di berbagai platform seni digital maupun sejumlah pameran.

Darren Chandra adalah bukti bahwa dunia yang kadang terasa asing bisa menjadi tempat yang indah bila dilihat dari mata seorang seniman.

Dan bagi Darren Chandra, dunia itu digambar, diwarnai, lalu dibagikan—agar kita semua bisa bermain di dalamnya. (uma)

Editor : Alpin.
#bogor #Darren Chandra #seniman muda