Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Setelah Resmi jadi Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi Langsung Gerak Cepat Realisasikan Program-Program Prioritas, Apa Saja?

Dede Supriadi • Selasa, 1 Juli 2025 | 09:09 WIB
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi memberikan keterangan pers usai dilantik Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi memberikan keterangan pers usai dilantik Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

RADAR BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi, diminta untuk segera mempercepat pelaksanaan program-program utama yang telah ditetapkan berdasarkan penjabaran Visi Misi Kota Bogor untuk periode 2025-2029.

Terdapat sejumlah langkah yang akan dijalankan oleh Denny Mulyadi selama masa tugasnya sebagai Sekda Kota Bogor.

Langkah-langkah tersebut mencakup pengelolaan finansial daerah, organisasi tata kelola institusi, dan perencanaan pembangunan.

“Saya akan melaksanakan langkah-langkah tersebut dengan bertahap dan terukur,” ujar Denny Mulyadi.

Mengenai pengelolaan keuangan daerah, Sekda akan memfokuskan perhatian pada peningkatan pendapatan daerah serta melakukan belanja dengan cara yang lebih efektif dan efisien.

Strategi untuk meningkatkan pendapatan akan dilakukan melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah.

Selain itu, lanjutnya, penguatan kemitraan dengan mitra strategis pendapatan daerah (BPN, Ikatan Notaris, Samsat, PHRI, dan Kewilayahan), penerapan kebijakan pajak dan retribusi secara selektif, optimalisasi penagihan pajak dan retribusi yang tertunggak, serta pencarian alternatif pendanaan untuk pembangunan.

Dia mengungkapkan bahwa langkah-langkah ini akan berpotensi menjadi sumber peningkatan pendapatan untuk mendanai program-program prioritas.

“Sekuat apapun suatu program, jika tidak ada dana, maka tidak akan bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam pengelolaan keuangan daerah, peningkatan pendapatan harus sejalan dengan efektivitas dan efisiensi dalam belanja pembangunan.

“Semangat efisiensi harus dijaga tanpa mengorbankan substansi,” beber dia yang juga mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Substansi belanja yang dimaksud mencakup pengeluaran yang wajib dan terarah (seperti Pendidikan, Kesehatan, infrastruktur, dan kepegawaian).

Melakukan harmonisasi alokasi anggaran dari pusat dan provinsi dengan APBD Kota Bogor, memfokuskan anggaran sesuai dengan janji politik dan program prioritas, serta menjalin komunikasi yang baik dengan DPRD Kota Bogor dalam penyusunan anggaran APBD.

Sementara itu, terkait pengelolaan kelembagaan, dia berencana membangun kolaborasi dengan 36 perangkat daerah serta 4 BUMD dan BLUD.

Hal lain yang dia soroti adalah meningkatkan kapasitas SDM aparatur melalui pelatihan, pendidikan formal, pelatihan kompetensi berlisensi, dan penguatan peran fungsional. “SDM dalam birokrasi merupakan jiwa yang menggerakkan roda pembangunan,” lanjutnya.

Denny Mulyadi juga menekankan dalam pengelolaan kelembagaan bahwa penguatan kewilayahan sangatlah penting.

Penguatan kewilayahan yang dimaksud mencakup peningkatan anggaran dan SDM di wilayah, serta peningkatan sarana dan prasarana baik di tingkat Kecamatan maupun Kelurahan.

“Jangan sampai muncul ungkapan, ujung tombak sekaligus ujung tombok,” ujarnya sembari tersenyum.

Terakhir, dalam konteks pengelolaan kelembagaan, Denny menekankan pentingnya memperkuat pelaksanaan Perda dan pengawasan.

Dalam hal ini, langkah-langkah yang diusulkan antara lain penerapan standar pelayanan dan SOP trantibum, pendekatan terukur, bertahap dan humanis dalam penegakan Perda.

Kemudian memperkuat kemitraan dengan Forkopimda dalam penegakan Perda, serta sangat penting adalah membuka saluran partisipasi publik.

Sejalan dengan pengelolaan keuangan daerah dan kelembagaan, dia juga mengemukakan pentingnya harmonisasi perencanaan pembangunan untuk saat ini dan masa depan.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PDBI Kota Bogor tersebut menyatakan bahwa perencanaan pembangunan perlu dikembangkan secara tematik, holistik, integratif, dan spasial (THIS).

Hal itu mengacu pada Visi Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan menjadi dokumen RPJMD 2025-2029. Di samping itu, penyelarasan dengan program-program nasional dan Provinsi Jawa Barat juga diperlukan.

“Paling tidak ada 4 program nasional yang harus diakselerasi, seperti Makan Siang Bergizi, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, dan pembentukan Koperasi Merah Putih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Denny Mulyadi menyatakan, dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekda baru di Kota Bogor. (ded)

Editor : Yosep Awaludin
#Denny Mulyadi #visi misi #Sekda Kota Bogor