Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Was-was Menanti Pengumuman Hasil SPMB 2025, Orang Tua di Kota Bogor Ngaku Tegang hingga Tak Nafsu Makan

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 1 Juli 2025 | 12:08 WIB
Petugas membantu orang tua murid mendapatkan informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 5 kota Bogor, Selasa (10/6/2025).
Petugas membantu orang tua murid mendapatkan informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 5 kota Bogor, Selasa (10/6/2025).

RADAR BOGOR - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2025 jenjang SMP di Kota Bogor memasuki babak akhir. Selasa 1 Juli 2025 siang ini hasil seleksi bakal segera diumumkan.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Bogor, jumlah pendaftar SPMB 2025 jenjang SMP mencapai 12 ribu orang. Ini tersebar dari 4 jalur yang telah disedikan.

Karena membeludaknya jumlah pendaftar SPMB 2025, para orang tua pun mengaku cemas dengan keputusan yang nanti akan diterima. Kekecewaan menjadi hal yang paling ditakuti.

Kondisi itu seperti yang dialami Fatmawati (45). Dirinya telah mencantumkan anaknya di dua sekolah ternama di Kota Bogor. Pertama SMPN 8, kedua SMPN 5.

Jalur pendafataran yang dipilihnya yakni domisili. Hal ini dilakukan karena jarak kedua sekolah dengan rumahnya tidak jauh. Meski begitu rasa tegang tidak bisa dia hindari.

“Iya tegang banget, seminggu kemarin mah biasa aja, bahkan saya yang nasehatin ke temen supaya santai, taunya malah sekarang saya yang panik,” beber Fatwati.

Rasa cemas dan tegang ini diakui Fatmawati mulai menyelimutinya sejak kemarin sore. Bahkan perasaan ini membuatnya tidak nafsu makan karena khawatir hasil SPMB 2025 membuat sang anak kecewa.

“Iya paling cuma sarapan dikit aja. Susah tidur. Kemana mana males, semaleman saya berdoa aja ke Allah semoga hasilnya yang terbaik,” kata Fatmawati pada Radar Bogor.

Kondisi serupa juga dialami Sri Mulyati (44). Orang tua murid inu menuturkan anaknya telah didaftarkan ke SMPN 12. Jalur yang dipilihnya yakni prestasi.

Untuk menghilangi rasa tegang itu, Sri mengaku rutin mengajak keluar sang anak. Baik itu bertamasya atau mengajak buah hatunta untuk berolahraga.

“Iya karena anak sata suka voli jadi saya ajak aja dia. Abisnya tegang banget kasian ngeliatnya termasuk ke saya juga jadi tegang, semoga yang terbaik deh,” pungkasnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #SPMB 2025 #smp