RADAR BOGOR – Pelaksanaan hari pertama tes terstandar Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2025 tahap Kedua jenjang SMA di Kota Bogor berjalan lancar.
Di SMAN 6 Kota Bogor, proses tes SPMB 2025 disebut berjalan tertib dan sesuai dengan skema teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Ketua Panitia SPMB 2025 SMAN 6 Kota Bogor, Iksan Cahyana, mengatakan bahwa pelaksanaan tes terbagi ke dalam tiga sesi.
Tes sesi pertama SMPB 2025 dimulai pukul 7:30 WIB dan sesi terakhir selesai pukul 15:00 WIB.
"Alhamdulillah, pelaksanaan tes terstandar di SMAN 6 berjalan sesuai harapan dan rencana. Semua tahapan sudah kami siapkan dengan matang," ujar Iksan kepada Radar Bogor, Kamis 3 Juli 2025.
Panitia menyiapkan empat ruang pelaksanaan dan empat ruang tunggu. Ruang tunggu digunakan untuk memastikan peserta hadir tepat waktu dan siap dengan aplikasi yang digunakan dalam ujian.
“Kami tempatkan peserta di ruang tunggu sebelum masuk ke ruang pelaksanaan, agar jika ada kendala teknis seperti aplikasi atau perangkat, bisa kami bantu tangani lebih dulu,” jelasnya.
Tes terstandar hari pertama diikuti sekitar 156 peserta, terbagi dalam tiga sesi. Setiap sesi terdapat 20 peserta setiap ruangan sehingga empat rungan terdapat sekitar 80-an peserta
Tes rencananya berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat (3–4 Juli 2025), dengan kemungkinan tes susulan pada 7 Juli jika diperlukan.
Menurutnya, pihak sekolah hanya bertugas menyiapkan ruangan dan memastikan teknis pelaksanaan berjalan lancar.
Sementara, data peserta dan pembagian ruang ditentukan langsung oleh sistem SMPB 2025 Jawa Barat.
“Ruang tunggu ini kami gunakan untuk memastikan para peserta tidak terlambat dan siap dengan perangkat serta aplikasi yang digunakan. Kalau ada kendala teknis, bisa kami tangani sebelum masuk ruang ujian,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iksan menjelaskan bahwa jalur prestasi pada tahap kedua ini memperebutkan sekitar 108 kursi, atau 30 persen dari total daya tampung sekolah sebanyak 360 siswa.
Semua peserta jalur prestasi—baik akademik maupun non-akademik—wajib mengikuti tes terstandar, yang memiliki bobot 50 persen dari total nilai seleksi.
“Masih banyak orang tua yang mengira tes hanya untuk jalur rapor. Padahal, seluruh jalur prestasi diwajibkan mengikuti tes ini,” tambahnya.
Menariknya, hasil tes ini bisa langsung diketahui peserta secara real-time melalui sistem. Namun, pihak sekolah tidak dapat mengakses hasil tersebut karena kerahasiaannya dijaga oleh sistem pusat.
Secara keseluruhan kuota yang disediakan oleh SMAN 6 yaitu 360 siswa untuk semua tahapan.
Tahap satu sudah selesai terlebih dahulu, sementara hasil tahap kedua akan diumumkan pada 10 Juli nanti.
"Sejauh ini tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan SPMB, baik dari sisi server maupun pelaksanaan teknis di lapangan," ungkapnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin