Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dua Kampung di Kecamatan Bogor Utara Ini Kerap Dilanda Banjir, Pemkot Janji Akan Kaji Penyebab Serta Solusinya 

Reka Faturachman • Senin, 7 Juli 2025 | 09:40 WIB
Banjir yang terjadi di Kampung Keramat, Kelurahan Tanah Baru dan Cibuluh pada Sabtu 5 Juli 2025 malam.
Banjir yang terjadi di Kampung Keramat, Kelurahan Tanah Baru dan Cibuluh pada Sabtu 5 Juli 2025 malam.

RADAR BOGOR - Bencana banjir di Kampung Keramat, Kelurahan Tanah Baru dan Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor akhirnya mendapat perhatian.

Pemkot Bogor berjanji akan membahas terkait penyebab dan solusi penanganan banjir di kedua wilayah di Bogor Utara tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan pihaknya akan mengundang Dinas PUPR, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, dan unsur kewilayahan dalam diskusi penanganan banjir di Bogor Utara itu.

"Minggu ini kami akan mengajak OPD terkait untuk berdiskusi. Karena mereka yang lebih paham mengenai penyebab teknis banjir di wilayah tersebut," ujarnya kepada Radar Bogor.

Dimas mengamini bahwa kedua kampung di Bogor Utara tersebut selalu terendam banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Bogor.

Dirinya berharap diskusi ini akan menghasilkan kajian lebih lanjut terkait solusi atau langkah penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi banjir.

Penyebab Banjir Dua Kampung di Bogor Utara 

Berdasarkan data yang sudah dikumpulkan Radar Bogor sebelumnya, penyebab banjir di Kampung Keramat, Kelurahan Tanah Baru yakni karena adanya pertemuan arus Sungai Ciheuleut dan Sungai Ciluar.

"Banjir terjadi akibat aliran Sungai Ciheuleut buangan dari Danau Retensi yang terhalang Sungai Ciluar. Mesti ada penanganan di pertemuan sungai ini supaya air di Danau Retensi bisa mengalir dan bukan malah kembali ke permukiman warga," ujar Trian, warga setempat.

Sementara itu untuk di Kampung Ciheuleut, Kelurahan Cibuluh warga setempat menyebut banjir terjadi karena banyak faktor di antaranya penyempitan sungai dan tidak adanya drainase.

Seorang warga, Wahyu mendesak Pemkot Bogor segera melakukan normalisasi pada Sungai Ciheuleut yang menjadi penyebab banjir tersebut.

Selain dari sedimentasi, banjir juga diduga dipicu penyempitan Sungai Ciheuleut akibat banyaknya bangunan di bantaran sungai.

Mereka juga meminta Pemkot Bogor melanjutkan pembangunan turap di pinggiran Sungai Ciheuleut.

Upaya tersebut menurut mereka bisa membuat banjir tidak terlalu cepat menggenangi permukiman mereka.

Kemudian warga juga mendorong agar Pemkot Bogor segera membangun sodetan atau jalur air pada pertenuan arus Sungai Ciheleut dan Ciluar (di dekat) Mako Damkar Cibuluh). Tujuannya agar mengatasi tertahannya aliran air di Sungai Ciheuleut.

Wahyu beserta warga RT 6 Kampung Ciheuleut Bogor Utara pun mendesak pihak SMAKBO membuat saluran air di pinggir pagarnya agar air yang masuk ke pemukiman warga bisa lancar dibuang kembali ke sungai.

"Saluran air dan jalan ini dijanjikan akan dibangun saat mereka (SMAKBO) mendirikan bangunan di sini. Rencana ini ada dalam perjanjian antar warga dan mereka. Sampai bangunan SMAKBO selesai, tidak ada saluran dan jalan yang mereka bangun," tegas Wahyu. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#tanah baru #banjir #Bogor Utara