RADAR BOGOR - Forum Anak Kota Bogor (Fanator) kembali menyuarakan penegakkan Perda KTR dalam Audiensi Suara Anak Daerah (SAD), Kamis 10 Juli 2025.
Ketua Fanator, Radipta Azki Athaya mengatakan persoalan penegakan Perda KTR itu kembali diusulkan pihaknya karena dirasa belum terselesaikan dengan baik.
Ia menyebut banyak anak di Kota Bogor resah karena hampir semua Perda KTR dilanggar oleh masyarakat.
"Hampir semua tempat KTR regulasinya dilanggar. Bahkan masih ada orang yang merokok di sebelah papan peringatan KTR," ujarnya.
Radipta berharap ke depan OPD terkait bisa menindaklanjuti usulan itu dan mempertegas penegakan regulasi KTR.
Ia pun ingin agar pihaknya bisa ikut berperan aktif dan mensosialisasikan penegakan Perda KTR.
Selain soal pelanggaran Perda KTR, terdapat empat poin lain yang disampaikan Fanator dalam SAD tahun ini.
Di antaranya permintaan reaktivasi Forum Anak tingkat Kelurahan dan Kecamatan, kemudian ruang bermain terstandarisasi ramah anak, kekurangan sekolah, serta tindakan eksploitasi maupun kekerasan pada anak.
"Kami berhatap ada evaluasi yang dilakukan Pemkot Bogor. Kami akan selalu memonitor datanya dan akan evaluasi terus hingga persoalan ini selesai. Kalau sduah selesai kami akan mengajukan isu yang lain lagi," ucapnya.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim berjanji akan mengakomodir setiap poin usulan yang disampaikan Fanator dalam audiensi SAD kali ini.
"Selama ini mungkin kami hanya memikirkan urusan trayek dan menertibkan ada pengamen. Tapi mereka memikirkan lebih jauh dari itu. Mereka ingin ketenangan, diperhatikan salah satunya tidak menghirup asap rokok," ucap Dedie. (fat)