Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peringatan 208 Tahun Kapitan Pattimura, Warga Maluku di Kota Bogor Didorong Jadi Kekuatan Persatuan

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:20 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat memberikan keterangan pers usai Peringatan 208 tahun Kapitan Pattimura.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat memberikan keterangan pers usai Peringatan 208 tahun Kapitan Pattimura.

RADAR BOGOR - Peringatan 208 Tahun Kapitan Pattimura yang digelar Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu (M1R SSB) Kota Bogor berlangsung meriah di Stadion Pajajaran, Sabtu 12 Juli 2025.

Acara peringatan 208 tahun Kapitan Pattimura ini turut dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, dan diikuti ratusan warga Maluku yang kini menetap di Kota Hujan.

Wali Kota Dedie menegaskan peringatan 208 tahun Kapitan Pattimura ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum penting mempererat persaudaraan lintas suku dan agama di Kota dan Kabupaten Bogor.

“Peringatan 208 Tahun Kapitan Pattimura ini menjadi momentum menguatkan kekeluargaan masyarakat Bogor, yang juga diwarnai oleh kehadiran warga keturunan Ambon atau Maluku,” kata Dedie.

Ia juga menyampaikan nilai perjuangan Pattimura adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya masyarakat Maluku.

Perjuangan Kapitan Pattimura dalam melawan penjajah adalah bagian dari sejarah nasional. "Semangat itu harus terus dihidupkan oleh semua warga,” lanjutnya.

Menurut Dedie, keberagaman yang dimiliki Kota Bogor merupakan kekayaan sosial yang harus dijaga.

Keberadaan masyarakat Maluku adalah bagian integral dari masyarakat Bogor yang plural dan beragam. "Maka dari itu, kedamaian dan kondusivitas harus terus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua M1R SSB Kota Bogor, Faisal Abdul Hadji mengatakan, pemuda Maluku di Bogor sedang diarahkan menjadi lebih kreatif dan produktif.

“Perjuangan Pattimura di masa kini kami wujudkan lewat karya dan prestasi. Pemuda harus mencintai sejarah perjuangan itu, dan menjadikannya inspirasi untuk berkarya,” jelasnya.

Faisal menyebut, peringatan ini juga dirangkai dengan kegiatan olahraga. Di antaranya "Bogor Gelut", yang diikuti 84 peserta dari pelajar dan kelas umum.

Senada, Sekretaris M1R SSB Kota Bogor, Ferik Talutu W menambahkan tema tahun ini adalah “Pattimura Muda yang Bergerak dan Berkarya”.

Ini artinya orang Maluku di Bogor sudah jadi warga kota sepenuhnya sehingga ikut berkontribusi.

"Kami ingin terlibat dalam seluruh aspek pembangunan dan kehidupan sosial di Bogor,” tegas Ferik.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus pengembangan bakat dan potensi generasi muda Maluku.

“Mulai dari kegiatan olahraga, budaya, hingga wisata—semua bisa jadi media kita berkontribusi,” pungkasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pattimura #maluku