RADAR BOGOR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menghadirkan layanan jemput bola perekaman KTP elektronik bagi warga yang masuk kategori rentan administrasi kependudukan.
Program ini diberi nama Jempol Bahagia, kependekan dari Jemput Bola Layanan Bogor Adminduk Penuh Kehangatan, Gercep, Inklusif, dan Setia.
Sasaran layanan ini adalah lansia, penyandang disabilitas, orang sakit berat, hingga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor Disdukcapil atau kecamatan.
Kepala Seksi Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Bogor, Pujiana, menjelaskan layanan ini hadir karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dokumen kependudukan, terutama KTP elektronik, yang menjadi dasar untuk mengakses layanan publik seperti BPJS, rumah sakit, pendidikan, hingga perbankan.
Menurutnya, banyak warga yang tidak bisa datang langsung ke kantor pelayanan karena faktor kesehatan atau keterbatasan fisik.
“Makanya kami hadirkan layanan jemput bola ini, langsung ke rumah warga. Ini untuk memastikan semua warga, tanpa terkecuali, bisa memiliki identitas resmi dari negara,” kata Pujiana kepada Radar Bogor, Senin 14 Juli 2025.
Ia menjelaskan, dalam satu minggu petugas Disdukcapil bisa melakukan beberapa kunjungan ke berbagai wilayah di Kota Bogor.
Permohonan pelayanan biasanya masuk melalui kelurahan, dan akan diprioritaskan sesuai tingkat urgensinya.
Dalam kondisi tertentu, seperti warga yang tengah dirawat di rumah sakit dan harus segera mengurus BPJS, petugas akan bergerak cepat memberikan pelayanan di tempat.
Pujiana mengungkapkan program ini tidak hanya menjangkau warga di pinggiran kota, tetapi juga menyentuh mereka yang tinggal di pusat kota.
Bahkan, beberapa warga dari kalangan menengah ke atas pun ada yang belum memiliki KTP elektronik karena satu dan lain hal.
Dia menegaskan bahwa program ini tidak memandang status ekonomi.
“Selama yang bersangkutan memang dalam kondisi tidak memungkinkan untuk datang ke kantor, dan belum memiliki dokumen kependudukan, akan tetap kami layani,” jelasnya.
Disdukcapil juga menegaskan seluruh pelayanan dalam program Jempol Bahagia ini bersifat gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun.
Masyarakat diimbau untuk tidak percaya jika ada oknum yang mencoba meminta imbalan dalam proses pengajuan layanan ini.
Sejauh ini, program berjalan lancar. Namun, tantangan tetap ada, khususnya di lapangan.
Petugas dituntut memiliki kesabaran tinggi karena harus berhadapan langsung dengan warga yang sakit, lansia, hingga ODGJ.
Dalam beberapa kasus, petugas bahkan harus didampingi oleh aparat kelurahan atau RT/RW guna menjaga kelancaran dan keamanan saat proses perekaman data.
“Kami tetap layani semuanya, tanpa pandang bulu. Baik warga miskin, orang dengan gangguan jiwa, hingga orang kaya sekalipun. Selama memang membutuhkan dan layak dilayani, kami siap datang,” tegasnya.
Melalui program Jempol Bahagia, Pemerintah Kota Bogor berharap tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan.
Pujiana juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan atau mengajukan permohonan jika memiliki keluarga, tetangga, atau kenalan yang masuk kategori rentan dan belum memiliki KTP.
“Program ini sekaligus menjadi penegasan pelayanan adminduk di Disdukcapil Kota Bogor itu mudah, cepat, dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.