RADAR BOGOR - Upaya keras pengentasan kasus Tuberkulosis (TB) terus digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.
Terkini, mereka menghadirkan program inovasi Gerakan Percepatan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis (Gercep Habis).
Launching program pengentasan kasus Tuberkulosis ini berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor Rabu 16 Juli 2025.
Inisiator Gercep Habis, Bai Kusnadi mengatakan Gercep Habis penting untuk digelar sebagai terobosan pengobatan, pencegahan, serta menekan angka TB di Kota Bogor.
"Ada tiga poin yang ditekankan dalam program ini yakni melakukan kolaborasi, integrasi, dan menjalin kerja sama jejaring," terangnya.
Terdapat tiga kegiatan yang bakal digelar dalam program Gercep Habis. Pertama pembentukan Family Care yang akan berperan memberikan promosi, komunikasi, edukasi, serta konseling terhadap pasien supaya patuh dalam minum obat.
Family Care ini terdiri dari anggota keluarga penderita TB, Kader, Pendamping program TB, Kepala Puskesmas sebagai penanggung jawab, dan Lurah sebagai penasehat
Kemudian terdapat penggunaan Aplikasi konitoring terpadu bernama Pinter Habis yang merupakan pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Gerakan Eliminasi Tuberkulosis (Sigeulis).
Aplikasi Pinter Habis digubakan untuk memonitoring progres pengobatan dan evaluasi keberhasilan penanganan TB yang telah dilakukan Dinkes, Puskesmas, Rumah Sakit, dan Family Care.
"Terakhir ada kegiatan kerja sama. Kegiatan ini dibangun kami bersama Dinkes Kabupaten Bogor, RS, dan Puskesmas untuk menindaklanjut persoalan pengibatan TB yang lintas batas," lanjut Bai.
Pilot project program Gercep Habis ini akan digelar di tiga kelurahan yakni di Kelurahan Bondongan, Kelurahan Empang, dan Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan penanganan penyakit TB merupakan prioritas utama yang tengah menjadi fokus secara global dan nasional.
"Di seluruh dunia, kasus TB mencapai 10,6 juta orang dan jumlah ini nik setiap tahun. Indonesia menjadi negara kedua terbanyak kasus TB setelah India. Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat satu di Indonesia," ungkapnya.
Pada tahun 2024 lalu kasus TB di Kota Bogor mencapai 11.772 kasus. Kota Bogor berada diurutan kelima di Jawa Barat.
Oleh karena itu, inovasi Gercep Habis ini disebut Retno menjadi pelengkap upaya penanganan TB di Kota Hujan yang sudah gencar dilakukan sebelumnya.
"Ini menjadi upaya kami dalam menangani pasien yang loss follow up dan mangkir minum obat. Karena dalam. penanganan TB kami tidak bisa sendiri dan harus kerja sama untuk memastikan pasien minum obat sampai sembuh," ujar Retno.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mendukung kehadiran inovasi Gercep Habis. Menurutnya besarnya angka kassus TB mesti menjadi perhatian.
Ia pun mendorong pemetaan dan pendataan kasus TB dalam Big Data Kota Bogor urnuk memudahkan petugas salam memastikan seluruh pasien minum obat dengan disiplin. "Inovasi ini harus berjalan dengan komprehensif dan tuntas," tegas Dedie.
Selain launching program Gercep Habis, di kesempatan yang sama Dinkes Kota Bogor juga menandatangani kerja sama penanganan TB dengan Dinkes Kabupaten Bogor.
Serta menyerahkan SK Family Care kepada lurah di tiga kecamatan yangmenjadi pilot project program Gercep Habis. (fat)
Editor : Yosep Awaludin