RADAR BOGOR - Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS terus digenjot Pemerintah Kota Bogor. Hal ini menyusul maraknya penyebaran HIV/Aids pada masyarakat di usia produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno membeberkan pihaknya memiliki 13 strategi yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
Pertama, mereka menerbitkan surat edaran percepatan implementasi pemberian obat Antiretroviral (ARV) multibulan atau Multi-Month Dispensing (MMD) 3-6 Bulan di Kota Bogor.
Kedua, Dinkes juga melakukan sosialisasi mengenai HIV/AIDS pada siswa atau kelompok remaja.
Serta melaksanakan pemeriksaan skrining HIV pada kelompok remaja di universitas.
"Kami juga menginisiasi perluasan layanan konseling dan tes HIV di klinik swasta serta menginisiasi pemeriksan triple eliminasi dilakukan di jejaring puskesmas seperti klinik swasta," terang Retno.
Kelima, Dinkes Kota Bogor menginisiasi perluasan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP). Retno mengatakan saat ini layanan PDP ada sebanyak 35 layanan terdiri dari 25 puskesmas, 8 rumah sakit dan 2 klinik swasta.
Selanjutnya mereka menginisiasi perluasan layanan Profilaksis prapajanan (PrEP) menjadi 12 layanan PrEP di puskesmas.
Perluasan juga digencatkan pada layanan jejering rujukan pemeriksa viral load menjadi 9 layanan yang terdiri dari 7 puskesmas dan 2 rumah sakit.
Lalu juga
Menginisiasi layanan One Stop Service TB-HIV di 5 layanan, terdiri dari RSUD Kota Bogor dan 4 puskesmas.
"Kesembilan kami melaksanakan percepatan pemeriksaan Viral Load (Go Ahead VL) berkolaborasi dengan layanan PDP dan LSM pendamping sebaya.
Kemudian juga melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kota Bogor tentang pentingnya penjangkauan pada kelompok populasi kunci remaja," terang Retno.
Pemkot Bogor juga berkoordinasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kota Bogor tentang penjangkauan pada pada kelompok populasi kunci remaja.
Dilanjutkan dengan membuat nota kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bogor dan LSM, terkait program pencegahan dan penanggulangan HIV di Kota Bogor.
Terakhir mereka juga melakukan kolaborasi dengan lintas bidang (Promkes dan Kesga) terkait kegiatan pencegahan HIV pada kelompok remaja. (Fat)