RADAR BOGOR - Hobi scrolling konten video ringan bernuansa lucu dengan durasi singkat ternyata bisa berdampak buruk pada fungsi otak. Kebiasaan ini bisa menimbulkan kondisi gangguan pada otak dan penurunan fungsi kognitif atau yang bisa disebut brain rot.
Psikiater Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, dr Lahargo, SpKJ menjelaskan kondisi itu terjadi karena kebiasaan menonton video ringan dengan durasi pendek membuat otak sulit untuk fokus dan berkonsentrasi.
"Otak akan merasa kelelahan (kognitif fatic, jika berlangsung secara terus menerus akan terjadi menurunnya fungsi kognitif (kognitif decline) yang menetap," jelas dr Lahargo kepada Radar Bogor.
Padahal menurut dr. Lahargo fungsi kognitif merupakan fungsi dasar dalam diri seseorang untuk beraktivitas seperti mengingat, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, berelasi, dan kelancaran verbal.
Sehingga jika fungsi ini menurun maka akan mengganggu aktivitas belajar atau bekerja. Dampaknya akan membuat performa, kemampuan berkomunikasi, berelasi, berinteraksi akan menurun.
"Lebih jauh gangguan ini akan memicu masalah kejiwaan. Pengidapnya akan gampang overthinking, memiliki gangguan cemas, hingga memicu depresi yang ditandai gejala ingin mengakhiri hidup. Itu konsekuensi paling beratnya," beber dr. Lahargo.
Fenomena brainrot disebut Lahargo saat ini banyak terjadi pada anak muda, tetapi saat diperiksa mereka kerap mengira dirinya mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) padahal sebenarnya brain rot.(Fat)