Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perkelahian Antar Pelajar Masih Marak di Kota Bogor, DPRD Minta Sekolah Gencarkan Kegiatan Esktrakulikuler

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 19 Juli 2025 | 13:30 WIB
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil saat memberi keterangan.
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil saat memberi keterangan.

RADAR BOGOR - Aksi perkelahian antar pelajar terus membayangi dunia pendidikan di Kota Bogor dan kondisi ini pun disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Terbaru aksi tawuran antar pelajar nyaris terjadi di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, bahkan perilaku tercela itu direncanakan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah pekan lalu dan belasan pelajar diamankan oleh pihak kepolisian

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menyebut kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan.

“Selain mengancam keselamatan, tawuran juga dapat mencoreng moral para pelajar, kita punya misi Indonesia emas jadi perilaku tersebut harus mulai diantisipasi,” ujar Adit kepada Radar Bogor.

Adit meminta kepada sekolah-sekolah untuk menjaring siswa melakukan kegiatan produktif, salah satu hal yang diusulkannya iyalah kembali menggencarkan esktrakulikuler.

Politukus PKS itu memandang semakin siswa memiliki kegiatan yang produktif maka ini akan mengurangi langkah mereka untuk melakukan berbagai macam praktek tercela, termasuk tawuran.

“Jadi ekskul gak cuma ditampilkan waktu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), tapi siswa-siswanya juga dijaring,” tegas Adit, Sabtu, 19 Juli 2025 siang.

Menurut Adit, esktrakulikuler juga dapat membantu siswa menerapkan pola hidup sehat, sebab pembelajaran luar kelas itu termasuk bagian dari kegiatan yang bersifat fisik.

Esktrakulikuler disebut Adit dapat menjadi wadah bagi para siswa untuk mengukir prestasi, sekolah baginya tidak meluluh soal akademik, masing-masing siswa memiliki kemampuan yang berbeda.

“Kebutuhan siswa tidak hanya belajar, dengan prosporsi yang seimbang ini mudah-mudahan menjadikan siswa yang lebih tangguh,” tegas Adit.

Kurikulum pendidikan diminta Adit juga harus menyentuh sisi spiritual selagi baru memasuki tahun ajaran baru, seluruh lembaga pendidikan dapat mengkaji kembali skema pembelajaran yang bakal diterapkan.

“Kurikulum kita harus menyentuh spiritual, menyentuh emosional kemudian menyentuh akademik jadi berimbang. Khawatirnya kalau tidak seimbang nanti akan ada hal hal yang tidak kita inginkan bersama,” pungkasnya.(rp1)

Poster film kitab sijjin dan illiyyin
Poster film kitab sijjin dan illiyyin
Cuplikan trailer film kitab sijjin dan illiyyin
Cuplikan trailer film kitab sijjin dan illiyyin
Cuplikan film kitab sijjin dan illiyyin
Cuplikan film kitab sijjin dan illiyyin
Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #pelajar #perkelahian #dprd