RADAR BOGOR – Event Unpak Running Festival 2025 tak hanya jadi ajang lari semata. Di balik kemeriahan ribuan pelari yang memadati rute 5K dan 10K, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan berbagai macam layanan kesehatan.
Layanan kesehatan di Unpak Running Festival 2025 itu diinisiasi oleh RS Islam Bogor. Mereka menurunkan dua unit ambulans lengkap dengan tim medis profesional.
Para tenaga medis disiagakan sepanjang jalannya lomba untuk mengantisipasi berbagai kondisi darurat peserta Unpak Running Festival 2025.
Tak hanya itu, peserta juga difasilitasi layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Mulai dari cek tekanan darah hingga gula darah sewaktu bisa dinikmati tanpa dipungut biaya.
Konsultasi kesehatan langsung juga dibuka di lokasi acara. Dokter dari RS Islam Bogor siap melayani peserta yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya lebih lanjut.
Kegiatan ini makin lengkap dengan adanya talkshow kesehatan. Mengangkat tema Penanganan Pertama pada Cedera Olahraga edukasi itu disampaikan secara ringan dan interaktif.
Talkshow tersebut juga menjadi ajang peluncuran program MCU for Runner. Layanan ini dirancang khusus untuk pelari yang ingin menjaga performa dan mencegah risiko cedera saat berolahraga.
“Keikutsertaan kami dalam Unpak Running Festival merupakan bagian dari misi RS Islam Bogor untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelayanan kuratif, tetapi juga dalam promosi gaya hidup sehat dan preventif,” ungkap Direktur RS Islam Bogor, dr. Saptono Raharjo, MARS.
Kegiatan yang digelar Universitas Pakuan (Unpak) bersama Paragon Corp ini diikuti lebih dari 2.500 peserta.
Rektor Unpak, Prof. Didik Notosudjono, menyebut acara ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus edukasi hidup sehat.
“Saya bangga atas antusiasme para peserta dari berbagai kalangan, baik dari lingkungan Universitas Pakuan maupun masyarakat umum yang ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan ini,” kata Prof. Didik di sela pembukaan acara.
Keterlibatan RS Islam Bogor dalam event tahunan ini memperkuat perannya sebagai mitra strategis komunitas.
Tak hanya soal layanan medis, namun juga dalam membangun budaya hidup sehat dan solidaritas sosial. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin