Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Angkot Luar Kota Bogor bakal Ditata, Tak Bisa Masuk Langsung ke Pusat Kota

Fikri Rahmat Utama • Senin, 21 Juli 2025 | 16:59 WIB

 

Angkot jurusan Cibinong - Bubulak saat beroperasi di Bogor.
Angkot jurusan Cibinong - Bubulak saat beroperasi di Bogor.

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang menata ulang sistem transportasi, khususnya terkait trayek angkot dari luar daerah yang selama ini masuk hingga ke pusat kota.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pengaturan lalu lintas, di samping itu jadi upaya mendukung pengembangan kawasan Jambu Dua sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, salah satu langkah yang sedang diproses adalah usulan perubahan trayek angkot dari Kabupaten Bogor, contohnya rute Cibinong–Sukasari atau Cibinong–Alun-Alun yang kini diusulkan berhenti hanya sampai Jambu Dua

“Pemerintah Kota Bogor mengusulkan perubahan trayek, jadi misalnya angkot Cibinong ke Alun-Alun, nanti cukup sampai Jambu Dua saja,” kata Dedie Rachim.

Menurutnya dengan pengaturan ulang ini, angkot dari luar kota tidak lagi menembus pusat kota dan angkot akan berhenti di zona batas dalam kota seperti di Jambu Dua.

“Kita tidak buat terminal di batas kota, tapi disiapkan jalur khusus untuk rekayasa lalu lintas dan titik putar angkotnya,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot juga sedang menyiapkan infrastruktur pendukung seperti rambu lalu lintas, penyusunan ulang trayek, pemasangan PJU (Penerangan Jalan Umum), dan penyediaan hidran sebagai bagian dari penyempurnaan akses kawasan Jambu Dua serta ditargetkan penyelesaian seluruh fasilitas pendukung ini adalah akhir Agustus 2025.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menambahkan konsep zonasi transportasi rencananya tidak hanya akan di Cibinong-Jambu dua dan trayek angkot luar kota lain juga akan disesuaikan agar tidak masuk ke jantung kota.

“Misalnya dari arah Ciawi, cukup berhenti di Ciawi, dari Cibinong, cukup sampai Jambu Dua atau Ciparigi, setelah itu, transportasi dalam kota akan dilayani oleh koridor Biskita dan angkot lokal,” jelasnya, Senin, 21 Juli 2025.

Sistem ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di pusat kota dan menciptakan pola perpindahan transportasi yang lebih efisien dan terintegrasi, Dishub menyebut hal ini sedang direncanakan sebelum diterapkan.

"Dengan direalisasikan koridor Biskita baru nanti akan terbentuk hal ini," imbuh Sujatmiko.(uma)

Saja Boys
Saja Boys
Huntr/x
Huntr/x
Editor : Eka Rahmawati
#bogor #angkot