RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui UPTD Pengolahan Air Limbah (PAL) mengenalkan layanan terbarunya lewat Sistem Informasi Pengolahan Air Limbah Jemput Limbah Terjadwal (SI-Ipal Jelita).
Adapun, aplikasi yang dapat diakses melalui gadget ini digunakan sebagai alat bantu dalam membangun sistem layanan sedot tinja, salah satu fiturnya adalah penjadwalan otomatis.
Hal itu diketahui saat temu pelanggan yang digagas langsung Kepala UPTD PAL Kota Bogor, Pritta Yoesniawaty.
Saat ini, pihaknya terus menggencarkan upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya merawat septic tank dengan melakukan sedot tinja secara berkala.
Langkah ini dinilai krusial demi menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran.
“Kami mengenalkan layanan lumpur tinja terjadwal melalui fitur terbaru yakni aplikasi Sistem Informasi Pengolahan Air Limbah Jemput Limbah Terjadwal (Si IPAL Jelita),” kata Pritta Yoesniawaty.
Menurut dia, fitur baru ini dapat diakses masyarakat bagi yang sudah mendownload Si Ipal di playstore, sehingga penggunanya akan mendapatkan notifikasi sebagai pengingat jadwal pengurasan septic tank secara berkala setiap tiga tahun.
Langkah ini sebagai terobosan dari UPTD PAL Kota Bogor dalam memenuhi dan mendorong Pemkot Bogor menuju akses sanitasi layak pada 2030, dengan target presentasenya diangka 100 persen, 30 persen diantaranya harus masuk kategori aman.
Terobosan dengan menghadirkan aplikasi ini sebagai bentuk optimalisasi pelayanan penyedotan lumpur tinja, dengan memanfaatkan sistem terjadwal dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Apabila kita berhasil untuk meyakinkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ini untuk kesehatan lingkungan juga. Tidak hanya dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi untuk kesehatan lingkungan disekitar,” ucapnya.
Ke depan, pihaknya akan gencarkan melakukan sosialisasi ke masyarakat yang belum pernah melakukan sedot kakus.
Berdasarkan catatanya, UPTD PAL Kota Bogor menunjukkan bahwa meskipun capaian PAD dari jasa sedot kakus selalu memenuhi bahkan melampaui target, terjadi penurunan pada jumlah pelanggan dari kategori rumah tinggal.
Di tahun 2022 tercatat 600 pelanggan, turun menjadi 500 pada 2023 dan kembali turun menjadi 300 di tahun 2024.
“Secara PAD memang tetap mencapai target karena terbantu di kategori usaha yang rutin melakukan sedot kaskus. Namun, untuk kategori rumah menurun, dan ini menjadi perhatian ke depannya,” beber dia.
Tahun 2025, masih kata Pritta, UPTD PAL Kota Bogor menargetkan PAD sebesar Rp240 juta. Pada tahun 2024 lalu, realisasi PAD tercatat sebesar Rp246 juta.
Saat ini, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan semua pihak salah satunya Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mengedukasi masyarakat, seperti melalui sosialisasi jemput bola ke puskesmas dan ruang publik lainnya.
“Terkait tarif jasa sedot kakus, untuk kategori rumah tinggal di Kota Bogor dikenakan biaya sekitar Rp250 ribu, sementara di Kabupaten Bogor sebesar Rp300 ribu.
Sedangkan, untuk kategori usaha dan perkantoran, tarif berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta tergantung jenis layanannya.
“Total pelanggan kami saat ini sebanyak 496 dengan jumlah reservasi mencapai 700 di tahun 2024 lalu. Pelayanan kami juga menjangkau wilayah Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan kota,” ujarnya.
Keunggulan aplikasi Si IPAL Jelita ini masyarakat yang ingin menggunakan jasa sedot kakus atau sewa bus toilet tidak perlu datang ke kantor, cukup di rumah menggunakan gadgetnya.
Pritta berharap, masyarakat dapat lebih memperhatikan kesehatan lingkungan dan memanfaatkan layanan resmi dari pemerintah, yang memiliki sistem pembuangan dan pengolahan limbah yang jelas dan sesuai standar.
“Dengan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan sedot kakus dari UPTD PAL, maka kita bisa bersama-sama mewujudkan target sanitasi layak di tahun 2030 mendatang,” tandasnya. (ded)
Editor : Alpin.