Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Usai Ditangkap, Pengamen yang Ngamuk ke Sopir Angkot Diajak Jadi Tim Kebersihan Alun-Alun Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 23 Juli 2025 | 13:24 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat mendatangi pengamen viral di Polsek Bogor Tengah
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat mendatangi pengamen viral di Polsek Bogor Tengah

RADAR BOGOR - Pengamen jalanan yang sempat viral karena mengamuk ke sopir angkot akhirnya ditangkap aparat.

Alih-alih dipenjara, pengamen tersebut justru ditawari bergabung sebagai petugas kebersihan di Alun-Alun Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan langkah itu sebagai bentuk pembinaan kepada pengamen.

Pemerintah disebutnya juga mesti memperhatikan sisi kemanusiaan, tanpa mengenyampingkan ketertiban.

“Itu sebuah tantangan bagi kami pemerintah. Di satu sisi kami harus menertibkan dan menjaga rasa aman serta nyaman untuk seluruh warga Bogor, baik penumpang maupun pengemudi,” ujar Jenal kepada Radar Bogor, Rabu 23 Juli 2025.

Jenal memastikan bahwa pemerintah tetap akan memberi ruang kedua bagi warga yang ingin berubah. Termasuk dengan menawarkan pekerjaan sosial sebagai bentuk pembinaan.

“Saya tawarkan untuk bertaubat dan berhenti minuman keras, salatnya dirapihin. Kalau itu sudah bisa, saya libatkan kerja sasapu di Alun-alun,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, Jenal mengatakan pengamen tersebut mengaku baru dua hari turun ke jalan setelah sebelumnya bekerja sebagai pemulung. Ia juga telah berkeluarga dan memiliki dua anak.

“Ketika kami edukasi dan tanya, yang bersangkutan sudah memiliki istri dan anak dua. Dan tentu dari sisi kemanusiaan kita pun harus mencari solusi selain sanksi yang telah diterapkan oleh Polresta Bogor Kota,” ucapnya.

Pembinaan terhadap pengamen yang meresahkan digaransi Jenal akan terus dioptimalkan. Total sebanyak 400 pengamen telah terdata, namun hanya separuh yang dinilai layak tampil.

“Kita seleksi, yang bisa nyanyi itu hanya 200 sekian orang. Yang layak, kami fasilitasi untuk tampil di Alun-Alun, Taman Heulang, Taman Ekspresi, serta di sejumlah kafe,” tambahnya.

Pengamen-pengamen ini dikelompokkan dalam unit band yang dikurasi bersama Dinas Pariwisata dan komunitas seni jalanan. Mereka lalu ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan.

“Kita titipkan satu per satu per grup band yang sudah kami kurasi. Ini bertahap dan terus berproses,” terang Jenal.

Namun, ia mengakui tak semua pengamen di jalanan saat ini berasal dari Kota Bogor. Sebagian di antaranya merupakan pendatang dari luar daerah.

“Perlu sedikit pemahaman juga bahwa pengamen itu tidak selalu warga Kota Bogor. Tapi yang warga Kota Bogor langsung kita bina dan kita seleksi,” katanya.

Beberapa dari mereka bahkan telah lebih dulu direkrut menjadi petugas kebersihan sejak awal program berjalan. Termasuk yang saat ini bekerja di area Balaikota.

“Beberapa pengamen dari awal sebelum ada program ini sudah kami kerjakan di Alun-alun dan di Balaikota untuk sasapu. Ini komitmen kami atas perintah Pak Wali,” tegasnya.

Jenal menambahkan, sejumlah kasus keributan yang melibatkan pengamen kerap dipicu minuman beralkohol. Karena itu, pihaknya akan lebih selektif menempatkan pengamen di area publik.

“Maka saya minta nanti yang masuk kafe dan taman-taman untuk berhenti minuman keras. Ini bagian dari pembinaan dan penyaringan kami,” pungkasnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#Jenal Mutaqin #pengamen #Alun-alun Kota Bogor