Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Koperasi Merah Putih di Kota Bogor Didorong Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 23 Juli 2025 | 14:40 WIB
Launching Buku Koperasi di Aula Kampus UIKA Bogor, Rabu, 23 Juli 2025.
Launching Buku Koperasi di Aula Kampus UIKA Bogor, Rabu, 23 Juli 2025.

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di setiap kelurahan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Dorongan tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat melantik pengurus KKMP se-Kota Bogor dan membuka pelatihan pengurus serta peluncuran buku modul diklat SDM KKMP.

Kegiatan itu berlangsung dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 Tingkat Kota Bogor di Aula Prof. Abdullah Siddiq S.H, Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Rabu 23 Juli 2025.

“Program KKMP ini bisa disinergikan secara simultan dengan program MBG, sembakonya bisa dipasok dari koperasi – mulai dari minyak, beras, hingga kebutuhan dapur lainnya,” kata Dedie.

Menurut Dedie, koperasi juga memiliki potensi besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi masyarakat, seperti maraknya praktik pinjaman online ilegal dan bank keliling berbunga tinggi (bank emok). Oleh karena itu ia menargetkan setiap kelurahan memiliki minimal 1.000 anggota koperasi.

"Kita ingin Koperasi Merah Putih agar bisa membangun kekuatan ekonomi kolektif berbasis simpanan wajib dan pokok," jelas Dedie.

Dalam acara tersebut, peluncuran modul pelatihan KKMP juga dilakukan sebagai panduan pengurus dan anggota koperasi. Dedie menyampaikan apresiasinya kepada seluruh lurah, camat, notaris, dan Dinas KUMKMDagin yang mendukung penguatan koperasi di Kota Bogor.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan dukungan legislatif terhadap program tersebut dan DPRD Kota Bogor mendukung 100 persen program Presiden Prabowo Subianto.

"Kota Bogor sudah memiliki Perda Nomor 4 Tahun 2021 tentang pemberdayaan koperasi dan UMKM,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung pentingnya profesionalisme pengurus koperasi dengan memberantas tiga penyakit yang kerap menjangkiti koperasi, yaitu Kurang Teliti (Kutil), Kurang Rapi (Kurap), dan Kurang Disiplin (Kudis).

Ketua Dekopinda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menambahkan, pelatihan koperasi akan terus dilakukan dan mereka ingin menciptakan pengurus yang profesional dan paham prinsip koperasi.

“Kami juga memberikan buku panduan pengelolaan koperasi agar standar pengelolaan KKMP bisa seragam dan efisien,” ujar Ade.

Kepala Dinas KUMKMDagin Kota Bogor Rahmat Hidayat menjelaskan, Pemkot akan terus memfasilitasi legalisasi, bimbingan teknis, hingga akses distribusi bagi KKMP, termasuk, menjembatani koperasi menjadi agen gas subsidi dan penyalur sembako dari Bulog. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #Koperasi Merah Putih #Makan Bergizi Gratis