RADAR BOGOR - Badai PHK rupanya menyasar ke wilayah Kota Bogor. Sepanjang 2025 jumlah pekerja yang terdampak tembus ratusan orang.
Data tersebut dibocorkan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor. Angka PHK itu terhitung sejak bulan Januari hingga Juni 2025.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Bogor, Yulianti mengatakan tiap bulan jumlah pekerja yang terkena PHK berbeda. Misalnya pada Januari ada 11 orang.
Kemudian pada bulan berikutnya Februari 9 orang. Bulan Maret mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Yulianti menyebut ada 61 pekerja yang terkena PHK.
“Dan turun kembali pada bulan April sebanyak 5 orang. Mei 17 orang dan terakhir Juni sebanyak 13 orang. Jadi kalau ditotal ada 116 orang,” beber Yulianti pada Radar Bogor.
Yulianti menerangkan angka itu terbilang cukup kondusif ketimbang wilayah lain. Pihaknya pun saat ini tengah gencar untuk memberikan layanan bagi pekerja atau perushaan sekalipun yang hendak berkonsultasi.
Banyak faktor yang menyebabkan persoalan PHK terjadi di Kota Bogor. Yulianti menjelaskan satu di antaranya, terjadi konflik antara karyawan dengan perusahaan terkait.
“Ini biasanya pemenuhan hak. Contoh uang lembur yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Sehingga akhirnya memicu amarah, dan tidak menemukan solusi diantara keduanya,” terang Yulianti.
Bukan cuma itu, Yulianti menerangkan tidak sedikit pula para pekerja melanggar aturan yang telah ditentukan.
Sehingga untuk pendisiplinan maka perusahaan terpaksa melakukan PHK kepada orang tersebut.
Terakhir banyak perusahaan yang saat ini tengah melakukan efisiensi. Imbasnya terjadi pengurangan Sumber Daya Manusia (SDM) ditubuh perusahaan.
“Setelah kamu berbincang dengan perusahaan itu juga jadi salah satu pemicunya. Mereka sebenarnya tidak ingin mem PHK. Tapi untuk stabilitas perusahaan terpaksa dilakukan,” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin