RADAR BOGOR – Mendukung program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemberdayaan pelaku usaha lokal, pada 15–16 Juli 2025 di Hotel Padjajaran Suites, Kota Bogor.
Pelatihan BGN ini, diikuti oleh pelaku UMKM, kelompok tani, serta komunitas masyarakat Bogor yang antusias terlibat dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pelatihan UMKM, kelompok tani di Bogor soal Makan Bergizi Gratis itu, dibuka langsung oleh perwakilan BGN Rima Nurisa Brahmani, didampingi oleh Hangesti Emi Widyasari (Dosen IPB University) serta Dea Tiany Violeta, seorang ahli gizi.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah bagian dari visi Presiden untuk menciptakan generasi bangsa yang hebat, pintar, jujur, dan berani. Karena itu, negara hadir melalui perhatian terhadap gizi anak sejak dini,” ujar Rima dalam sambutannya.
Rima menjelaskan, makanan bergizi mencakup zat-zat penting seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Oleh karena itu, aspek kualitas gizi harus diperhatikan sejak tahap persiapan hingga distribusi makanan siap santap.
BGN pun menetapkan standar pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sehat. Salah satu ketentuannya adalah jarak antara dapur dan sekolah tidak lebih dari 15–20 menit agar makanan tetap segar dan tidak basi saat sampai ke tangan penerima manfaat.
“Keterlibatan pelaku lokal sangat krusial. Kelompok tani, UMKM, dan komunitas penyedia pangan bisa menjadi mitra penting dalam sistem dapur sehat,” imbuh Rima.
Sementara itu, dosen IPB Hangesti Emi Widyasari menekankan pentingnya standar gizi seimbang dalam setiap porsi makanan. Menurutnya, MBG telah dirancang sesuai dengan pedoman gizi seimbang yang mencakup makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah.
“Kebutuhan kalori anak usia 7–9 tahun sekitar 1.650 kkal per hari. Untuk remaja, bisa mencapai 2.650 kkal. Porsi dan komposisi gizi harus disesuaikan,” jelas Hangesti.
Masalah gizi seperti stunting, obesitas, serta keterbatasan akses dan anggaran, menurutnya, masih menjadi tantangan besar di banyak daerah termasuk Bogor. Karena itu, pendekatan lintas sektor menjadi penting.
Senada dengan itu, nutritionist Dea Tiany Violeta menjelaskan konsep “Isi Piringku” sebagai pengganti 4 Sehat 5 Sempurna dalam mendukung gizi seimbang.
“Gizi seimbang penting untuk kesehatan dan produktivitas, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui. Isi Piringku menyajikan proporsi makan yang lebih realistis sesuai kebutuhan tubuh,” ujar Dea.
Dea juga menambahkan pola makan yang sehat dan bergizi mampu menunjang tumbuh kembang fisik dan kognitif anak serta menciptakan SDM unggul di masa depan.
BGN sendiri membuka peluang kemitraan luas melalui situs mitrabgn.go.id bagi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas yang ingin bergabung dalam program Makan Bergizi Gratis. Informasi teknis serta persyaratan pendaftaran tersedia lengkap di laman tersebut.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga