Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Nganjang Ka Warga Hadir di Kota Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ajak Warga Cinta Lingkungan

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 25 Juli 2025 | 22:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Bogor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga besutan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, kini hadir di Kota Bogor, Jumat, 25 Juli 2025 malam.

Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi inipun disambut sumriangah oleh warga Kota Bogor. Lapangan Saftball Pajajaran yang menjadi vanue acara padat.

Mayoritas warga Kota Bogor yang datang tampak membawa keluarga. Mereka rela duduk ngemper di atas tanah demi melihat sosok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.

Dari atas panggung, warga dipertontonkan berbagai macam kesenian khas budaya Sunda.

Mulai dari Tarian Jaipong, Tari Tayub hingga lawakan Ohang yang mengundang galak tawa.

Dalam sambutannya, Dedi mengajak kepada seluruh warga Kota Bogor untuk mencintai lingkungan. Menurutnya nilai tersebut juga bagian dari budaya orang-orang Sunda.

“Ciri orang Sunda itu ada gunung, kalau ada gunung berarti ada sungai, ada selokan itu semua tidak boleh ada sampah,” terang Dedi dihadapan warga Kota Bogor.

Dedi menegaskan bahwa kedepan selokan mesti dimuliakan bukan dihinakan.

Artinya seluruh masyarakat diminta Dedi harus rajin membersihkan saluran air yang kerap dinilai menjijikan itu.

Jika langkah itu dilakukan secara massif, maka Kota Bogor disebut Dedi tidak lagi difitnah sebagai sumber utama penyebab banjir yang kerap melanda wilayah lain.

Dedi menggaransi dirinya siap menjadi motor perubahan.

“Mari kita buka kesadaran. Kalau tidak mau ada banjir, harus dikembalikan seperti semula lingkungannya. tidak boleh ada yang buang limbah ke selokan. Selokan harus dimuliakan jangan dihinakan,” jelas Dedi.

Dalam kesempatan tersebut Dedi pun turut menyinggung para pengusaha yang membuat proyek pembangunan tanpa memiliki izin resmi.

Bagi Dedi orang-orang yang seperti itu hanya bisa mengerti untuk dirinya sendiri, tanpa memikirkan kondisi sekitar.

Oleh karena itu, Dedi meminta kepada warga Kota Bogor untuk berani memberikan contoh kepada oknum pengusaha tersebut. Caranya dengan tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai.

“Dibantaran Sungai Ciliwung tidak boleh ada bangunan. Kita haris silih asah, silih asih, silih asuh. Hidup tidak boleh saling menyalahkan. Mari kita buat perubahan dengan kesadaran,” imbuh Dedi.

Sementara itu Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim berharap apa yang telah disampaikan pimpinannya itu dapat segera direalisasikan.

Paparan Dedi Mulyadi disebutnya dapat menambah wawasan untuk seluruh warganya.

“Mudah-mudahan ini dapat menambah wawasan warga Kota Bogor yang cinta akan lingkungan, cinta akan kebudayaan. Sehingga kedepan NKRI dapat jaya selalu,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga