RADAR BOGOR – Program Bogorku Bersih kembali menyapa lingkungan sekolah di Kota Bogor tahun 2025 ini. Kategori sekolah difokuskan yakni jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengikuti Bogorku Bersih 2025. Radar Bogor sebagai penggagas program kembali mendorong pelibatan sekolah.
Tim Radar Bogor dipimpin Direktur Radar Bogor Nihrawati AS menyambangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk membahas persiapan Bogorku Bersih Senin, 28 Juli 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi menyampaikan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan Bogorku Bersih selama satu dekade dan menilai keberlangsungan acara ini menjadi bukti nyata partisipasi warga, termasuk dunia pendidikan.
"Ini yang saya senang dari Bogorku Bersih ini adalah keberlangsungan acaranya, sepuluh tahun itu pencapaian yang patut diapresiasi, dengan berbagai macam kendala dan hambatannya," kata Herry.
Bogorku Bersih dinilainya telah menjadi bagian dari identitas Kota Bogor dan program ini memperlihatkan bahwa partisipasi warga, termasuk anak-anak sekolah, terus berjalan secara konsisten.
"Tapi ini sudah menjadi satu brand yang baik buat Kota Bogor, di mana masyarakat itu berpartisipasi aktif, dan ini kontinunya itu loh," ujar Herry.
Meski masih menyisakan persoalan sampah rumah tangga, keberlanjutan program ini dinilai jadi kekuatan tersendiri dan keterlibatan langsung masyarakat membuatnya relevan dengan kebutuhan kota.
"Keberlangsungan lombanya yang sudah sepuluh tahun dan dilakukan oleh masyarakat, itu memiliki wujud partisipasi dan kepedulian warga terhadap kotanya. Itu yang menurut saya paling menarik," jelas Herry.
Menurut Herry, peran sekolah dalam membentuk karakter siswa sangat penting, sebab waktu anak-anak di sekolah hampir menyamai waktu mereka di rumah.
"Pendidikan anak sekolah itu kan tidak hanya soal kurikulum dan metodologi pendekatannya. Tapi juga jangan lupakan pendidikan karakter habit, attitude, dan watak anak-anak,” beber Herry.
Ia menekankan bahwa lingkungan sekolah adalah tempat pembiasaan, pembelajaran terkait kebersihan dan tanggung jawab lingkungan bisa ditanamkan melalui kegiatan seperti Bogorku Bersih.
"Jam tujuh sampai jam dua atau tiga, itu sudah hampir delapan sampai sembilan jam anak-anak di sekolah, itu juga lingkungan terdekatnya setelah keluarga sekolah," ucapnya.
Bogorku Bersih tidak hanya dimaknai sebagai lomba kebersihan, lebih dari itu program ini disebut Herry jadi bagian dari pendidikan karakter siswa.
"Bogorku Bersih juga bagian dari pendidikan karakter untuk memperkuat pembiasaan di sekolah, Bogorku Bersih ini gak hanya soal lomba kebersihan, tapi bagian dari cara pembentukan karakter anak-anak," terang Herry.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menyentuh pembelajaran tentang tanggung jawab dan cinta lingkungan, anak-anak juga belajar memilah sampah serta memahami dampak membuang sampah sembarangan.
"Tanggung jawab soal apa? Soal sampah tuh mesti digimanain, dia bertanggung jawab dengan sampah yang dia keluarkan,” ujarnya.
Selain itu, pelajar memperoleh pemahaman tentang jenis-jenis sampah dan pentingnya menjaga kebersihan sungai hingga bumi yang mana menurut Herry, nilai-nilai ini akan melekat sebagai gaya hidup.
"Dan kecintaan sama lingkungan, dia harus tahu kalau buang sampah sembarangan itu menyebabkan apa, kemudian tentang sampah organik, non-organik,” ucapnya.
Herry juga menyampaikan pengamatannya saat mengunjungi beberapa sekolah dan menilai kebersihan lingkungan sekolah sudah cukup baik.
"Saya ke SMP 9, SMP 12, juga ke beberapa SD, seperti Cibuluh 1, sampah sih aman, gak ada yang mencolok, gak ada puntung rokok apalagi," tambahnya.
Meski begitu, ada tantangan dari keterbatasan ruang di sekolah, beberapa barang terpaksa disimpan di luar dan membuat tampilan sekolah jadi kurang rapi.
"Kadang di sekolah itu karena lahan sempit dan keterbatasan ruangan, mereka harus menyimpan barang-barang di luar. Nah, itu bikin sekolah jadi kurang enak dilihat," ungkapnya.
Namun secara umum, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor tersebut optimistis kompetisi tahun ini akan berjalan ketat, semangat sekolah-sekolah dinilai terus meningkat setiap tahun.
"Iya karena terus kita genjot untuk kebersihan, nanti bakal kompetitif lah sekolah-sekolah ini, dalam mengikuti Bogorku Bersih,” pungkasnya.(rp1)
Editor : Eka Rahmawati