Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejumlah Fasilitas Bermain dan Olahraga di Taman Heulang Bogor Rusak, Dewan Soroti Minimnya Pemeliharaan Berkala

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 29 Juli 2025 | 13:14 WIB
Kondisi terkini fasilitas bermain dan olahraga di Taman Heulang yang rusak dan belum diperbaiki
Kondisi terkini fasilitas bermain dan olahraga di Taman Heulang yang rusak dan belum diperbaiki

RADAR BOGOR - Fasilitas bermain dan olahraga di Taman Heulang banyak yang rusak. Kondisi ini menuai sorotan dari berbagai pihak. Termasuk DPRD Kota Bogor.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie menyoroti minimnya pemeliharaan taman yang dilakukan. Salah satunya Taman Heulang.

Baginya, kondisi ini termasuk fasilitas di Taman Heulang tidak bisa terus dibiarkan karena mengancam keselamatan anak saat bermain.

“Kita itu kota yang ramah anak. Dalam konteks ini, permainan-permainan anak harus dilakukan pemeliharaan secara berkala. Kalau tidak itu akan jadi bahaya karena itukan besi,” jelas Benninu.

Benninu menyebut, jika biaya pemeliharaan taman kurang, bisa ditambah. Pihaknya berjanji siap mengawal. Karena hal ini berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan warga Kota Bogor.

Politikus Partai Nasdem itupun turut menyinggung fasilitas olahraga di Taman Heulang yang sudah terbengkalai. Baginya langkah pemeliharaan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini bisa dilakukan, sebab penganggaran di Kota Bogor menganut sistem rijit.

“Artinya, ketika tidak dianggarkan tahun sebelumnya, walaupun rusak kita harus menunggu tahun berikutnya. Karena ini mendesak, maka sah-sah saja menggunakan skema CSR untuk penambahan alat olahraga,” ujarnya.

Alat olahraga yang sudah tergeletak di bawah, Benninu meminta untuk segera diangkat. Pengunjung yang tidak mengerti, apalagi anak-anak biasanya sering kali dibuat mainan. Jika dibiarakn ini akan membahayakan.

Benni pun turut menghimbau kepada para pengunjung Taman Heulang agar punya rasa saling memiliki atas fasilitas yang disediakan.

Rusaknya tempat bermain dipandang Benninu juga biasanya terjadi karena minimnya kesadaran.

“Penggunaan fasitas bermain biasanya over capasity. Artinya orang-orang dewasa juga turut menggunakan fasilitas bermain yang padahal diperuntukan untuk anak-anak kecil. Sehingga alatnya tidak kuat,” jelasnya.

Kesadaran masyarakat bisa dibangun dengan beberapa cara. Misalnya dinas terkait memang plang aturan atau cara pakai fasilitas bermain yang disediakan. Sehingga hal ini dapat menjadi warning para penggunanya.

“Kedepan yang paling penting adalah pendewasaan masyarakat. Kalau kita bisa menjaga pasti barang itu bisa lebih lama dipakainya,” pungkasnya.

Diinformasikan sebelumnya, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor menggaransi siap memperbaiki fasilitas di Taman Heulang yang rusak. Utamanya tempat bermain anak.

Namun Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti, mengatakan ada beberapa kendala sehingga langkah tersebut belum juga direalisasikan.

Pertama minimnya jumlah Sumber Daya Manusia yang tergabung dalam Tim Sarana Dan Prasarana. Perbaikan sudah dijadwalkan, namun mereka masih berputar ke tempat yang lain.

“Segera akan diperbaiki Tim Sarpras jadwalnya belum sampai, kami hanya punya satu Tim sarana prasarana yang muter se Kota Bogor,” beber Devi beberapa waktu lalu. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#taman heulang #Benninu Argoebie #dprd kota bogor